Serangan drone Rusia menghantam sebuah gudang di Kota Myla, kawasan pinggiran barat Kyiv, Ukraina. Serangan tersebut memicu kebakaran besar dan sedikitnya 27 orang tewas.
Dilansir detikNews, otoritas Ukraina menyebut fasilitas yang terkena serangan diduga menyimpan bahan peledak. Kondisi tersebut kini tengah diselidiki oleh Kejaksaan Ukraina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gubernur wilayah Kyiv, Tymur Tkachenko, mengatakan jumlah korban masih mungkin bertambah karena proses penanganan di lokasi belum selesai.
"Sangat disayangkan, berdasarkan situasi saat ini, diketahui ada 27 orang yang tewas. Dan angka ini mungkin belum final," kata Tymur Tkachenko, dalam pernyataannya.
Kepala Desa Dmytrivska, Taras Didych, termasuk dalam daftar korban meninggal dunia. Serangan terjadi pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 20.10 waktu setempat. Menurut Kantor Kejaksaan Agung Ukraina, sebuah drone jatuh atau menghantam area perusahaan yang berada di Kota Myla.
"Pada 28 Agustus, sekitar pukul 20.10 waktu setempat, sebuah kendaraan udara tak berawak... jatuh atau menghantam area sebuah perusahaan di kota Myla," demikian pernyataan kantor Kejaksaan Agung Ukraina, merujuk pada sebuah kota yang terletak di pinggiran barat Kyiv.
"Kebakaran besar terjadi di lokasi perusahaan tersebut, dan ledakan pun terjadi," imbuh pernyataan tersebut.
Kantor Kejaksaan Agung Ukraina menjelaskan bahwa penyelidikan akan berfokus pada "legalitas... penyimpanan objek dan bahan peledak di lokasi perusahaan", dan apakah perusahaan tersebut, yang tidak disebut namanya, memiliki "izin dan persetujuan yang diperlukan".