detikBali

Warga DAS Tukad Unda Klungkung Minta BWS Bangun Tanggul Pengaman

Terpopuler Koleksi Pilihan

Warga DAS Tukad Unda Klungkung Minta BWS Bangun Tanggul Pengaman


Sui Suadnyana, Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Kepala Lingkungan Sengguan, Komang Sumendra, melihat bantaran sungai yang butuh dibuatkan tanggul pengaman di Kelurahan Semarapura Kangin, Klungkung, Bali, Kamis (27/8/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Foto: Kepala Lingkungan Sengguan, Komang Sumendra, melihat bantaran sungai yang butuh dibuatkan tanggul pengaman di Kelurahan Semarapura Kangin, Klungkung, Bali, Kamis (27/8/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Warga yang bermukim di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Unda, Kelurahan Semarapura Kangin, Klungkung, Bali, mendesak pemerintah untuk segera membangun tanggul pengaman. Tanggul diperlukan guna mengantisipasi lahan pemukiman warga di bantaran sungai tergerus saat banjir menerjang.

Kepala Lingkungan Sengguan, Komang Sumendra, menerangkan air meluap hingga merendam rumah-rumah warga sudah menjadi langganan setiap tahun. Luapan air biasanya mulai mengancam saat memasuki puncak musim hujan pada Desember.

"Setiap tahun kalau sudah masuk musim hujan, terutama bulan Desember, banjir besar dari luapan Tukad Unda pasti terjadi dan merendam rumah warga," ujar Sumendra pada detikBali, Kamis (27/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada banjir sebelumnya, derasnya air bah yang meluap memaksa sekitar 8 kepala keluarga (KK) mengungsi lantaran rumah mereka terendam air. Tak hanya merendam pemukiman, banjir juga membuat lahan warga di sekitarnya terus tergerus dan kini terancam habis dikikis aliran sungai.

ADVERTISEMENT

Pemerintah melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) sebenarnya sempat melakukan penanganan awal dengan meninggikan bantaran sungai. Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup optimal karena material penahan belum dilengkapi dengan struktur pelindung yang kuat.

"Namun, karena tidak dibuatkan bronjong, akhirnya tergerus lagi sama banjir," terang Sumendra.

Kekhawatiran serupa turut dirasakan warga di wilayah sekitarnya. Kepala Lingkungan Lebah, Kelurahan Semarapura Kangin, Gede Aryana, cemas atas kondisi aliran sungai yang saat ini terpecah menjadi dua cabang. Kondisi tersebut dinilai makin memicu erosi dan mengancam pemukiman warga saat debit air melonjak.

Warga berharap dengan ada pembangunan tanggul pengaman atau bronjong dari BWS sehingga aliran Tukad Unda bisa difokuskan kembali ke satu titik utama. Penataan arah sungai ini diharapkan dapat meminimalisasi potensi bahaya dan mencegah luapan air bah menerjang lahan serta rumah masyarakat di sepanjang bantaran.

"Lahan di bantaran sungai ini terus tergerus kalau banjir datang. Warga sangat berharap pemerintah turun tangan membuatkan tanggul pengaman di sepanjang aliran sungai agar lahan dan rumah warga di sini tidak terancam tergerus luapan air," jelas Sumendra.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads