detikBali

Antrean Poliklinik Penuh, RS Mangusada Diminta Buka Sabtu-Minggu

Terpopuler Koleksi Pilihan

Antrean Poliklinik Penuh, RS Mangusada Diminta Buka Sabtu-Minggu


Agus Eka Purna Negara - detikBali

RSD Mangusada, rumah sakit milik Pemkab Badung, membukukan laba Rp 91 miliar pada saat pandemi COVID-19, yaitu 2020-2021.
RSD Mangusada, rumah sakit milik Pemkab Badung. (Foto: Agus Eka/detikBali)
Badung -

Antrean pasien di RS Mangusada Badung menjadi sorotan DPRD Badung. Komisi IV meminta manajemen rumah sakit menambah jam pelayanan poliklinik hingga malam serta membuka layanan pada Sabtu dan Minggu untuk mengurai antrean yang panjang.

"Mengenai poliklinik yang daftar antreannya terlalu panjang, kami harapkan manajemen merancang pelayanan Sabtu, Minggu, bahkan sore hari di hari kerja, serta mendalami indikasi adanya dokter yang juga melayani di rumah sakit swasta," tutur Ketua Komisi IV DPRD Badung, I Nyoman Graha Wicaksana, Rabu (26/8/2026).

Berdasarkan kajian internal, kunjungan pasien rawat jalan di RSD Mangusada mencapai sekitar 19.300 orang per bulan. Durasi tunggu layanan poliklinik berkisar 23-34 menit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain rawat jalan, antrean juga terjadi di UGD. Pasien disebut harus menunggu hingga 8 jam untuk mendapatkan kamar akibat tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) naik dari 54 persen menjadi 70 persen.

ADVERTISEMENT

Kondisi itu diperparah keterlambatan kepulangan pasien karena menunggu jemputan keluarga.

Komisi IV DPRD Badung menilai lamanya antrean pendaftaran poliklinik juga berkaitan dengan jam praktik dokter spesialis. Dewan meminta jajaran direksi menyiapkan langkah konkret, termasuk melalui pembentukan unit edukasi internal.

Di sisi lain, penambahan jam pelayanan dinilai perlu diikuti penambahan tenaga medis agar tidak membebani personel yang ada.

"Ya, kami akan minta agar bisa tambah di bidang pelayanan dan kemungkinan untuk merekrut tenaga baru," pungkas politikus PDIP asal Kuta itu.

Dorongan penambahan jam layanan muncul setelah masyarakat mengeluhkan keterbatasan kuota pendaftaran melalui aplikasi daring. Sebagian besar poliklinik spesialis disebut penuh hingga beberapa hari ke depan.

Kepala Dinas Kesehatan Badung Bagus Padma Puspita mengatakan pengaturan jam kerja dan jadwal piket dokter spesialis dapat menjadi solusi agar poli tetap buka pada akhir pekan.

"Kenapa tidak bisa di Sabtu juga dibuka, misalnya dokter penyakit dalam ada lima (dokter) atau jantung ada empat, kan bisa liburnya diatur di hari tertentu yang penting jumlah jam kerja seminggu terpenuhi," ujar Bagus.

Menurutnya, status RSD Mangusada sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan tenaga dan operasional rumah sakit.

"Lewat fleksibilitas BLUD juga bisa dibuka poli tambahan malam hari, nanti kita koordinasi ke BKPSDM untuk penyesuaian absensi," katanya.

Direktur RSD Mangusada I Wayan Darta mengatakan pihaknya menyiapkan penambahan ruang layanan dan tenaga medis. Salah satunya dengan mengoptimalkan Paviliun untuk membuka poli eksekutif pada malam hari.

"Kami mau optimalkan nanti di Paviliun untuk membuka poli eksekutif, jadi masyarakat sesuai penjelasan Pak Kadis bisa berobat malam hari memakai BPJS. Kami masih berproses melengkapi SDM dan sudah mengajukan formasi rekrutmen ke Pak Bupati," kata Darta.



(dpw/dpw)









Hide Ads