detikBali
Nasional

Siap-siap! Harapan Indonesia Punya Taksi Terbang Makin Terbuka

Terpopuler Koleksi Pilihan
Nasional

Siap-siap! Harapan Indonesia Punya Taksi Terbang Makin Terbuka


Rangga Rahadiansyah - detikBali

Prototipe Taksi Terbang Vela Alpha Buatan Indonesia
Foto: Prototipe Taksi Terbang Vela Alpha Buatan Indonesia. (Pool)
Jakarta -

Prototipe kendaraan udara yang bisa lepas landas dan mendarat secara vertikal atau electric vertical takeoff and landing (eVTOL) buatan Indonesia resmi diluncurkan. Peluncuran prototipe eVTOL ini membuka harapan bagi Indonesia untuk mempunyai 'taksi terbang'.

Prototipe eVTOL diluncurkan PT Vela Prima Nusantara (Vela Aero), pengembang utama teknologi kedirgantaraan asal Indonesia, di Cengkareng Heliport, Jakarta. Ini merupakan peluncuran perdana prototipe fisik skala penuh (full-scale prototype) dari pesawat Vela Alpha di Heli Expo Asia (HEXIA) 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peluncuran prototipe Vela Alpha ini mengukuhkan posisi Indonesia dan Vela Aero sebagai pelopor manufaktur Original Equipment Manufacturer (OEM) di sektor Advanced Air Mobility (AAM) di kawasan Asia Tenggara.

"Kehadiran fisik prototipe skala penuh Vela Alpha di Cengkareng Heliport ini adalah bukti nyata dari kapabilitas rekayasa dan manufaktur domestik kita," ujar jajaran eksekutif PT Vela Prima Nusantara dalam keterangan tertulisnya dilansir dari detikOto.

ADVERTISEMENT

"Kami tidak sekadar membangun pesawat, melainkan mengorkestrasi ekosistem AAM terintegrasi untuk membawa Indonesia menjadi pusat inovasi aviasi dan pemegang IP teknologi kedirgantaraan terdepan di Asia Tenggara," jelasnya.

Prototipe fisik skala penuh dari Vela Alpha menandai transisi penting dari desain konseptual menuju kampanye uji terbang resmi dan sertifikasi kelaikudaraan (airworthiness certification). Didesain secara mandiri oleh anak bangsa Indonesia, Vela Alpha.

Desain ini dikembangkan untuk menjawab tantangan konektivitas geografis di lebih dari 17.000 pulau, memangkas kemacetan darat perkotaan, serta menghadirkan transportasi udara beremisi nol. Pesawat Alpha dibangun bukan sekadar alat transportasi pengangkut barang atau orang, melainkan hadir sebagai solusi untuk mobilitas sehari-hari yang lebih fleksibel, terjangkau, dan aman.

Vela Alpha hadir dengan konfigurasi Lift-and-Cruise dengan sistem Distributed Electric Propulsion (DEP) berbasis 9 motor listrik independen. Konfigurasi ini memungkinkan pesawat lepas landas dan mendarat secara vertikal sebelum bertransisi ke mode jelajah secara efisien menggunakan sayap.

Dirancang dengan tingkat redundansi sistem yang tinggi, pesawat tetap memiliki kemampuan terbang aman meskipun terjadi kegagalan pada salah satu motor listrik.

Kendaraan ini bisa menampung satu pilot dan enam penumpang. Ada dua versi yang disiapkan. Pertama varian listrik murni atau eVTOL. Daya jangkaunya hingga 150 km untuk rute Urban Air Mobility (UAM). Kedua, ada varian hybrid atau hVTOL. Daya jangkaunya mencapai 500 km dengan turbogenerator (siap Sustainable Aviation Fuel/SAF) untuk penerbangan jarak jauh. Pesawat ini bisa menempuh kecepatan jelajah hingga 250 km/jam.

Vela Alpha ditargetkan bisa melakukan Entry Into Service (EIS) pada awal 2029. Sebelum itu, uji terbang perdana direncanakan berlangsung pada kuartal IV 2026 di hadapan publik, regulator, mitra, dan calon investor.

Artikel ini telah tayang di detikOto. Baca selengkapnya di sini!



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads