Pemerintah Singapura memberikan bantuan finansial hampir S$ 70 ribu atau Rp 973 juta (kurs Rp 13.900) per anak warga negara tersebut. Bantuan tersebut diberikan selama masa pertumbuhan.
Dilansir dari detikFinance, Perdana Menteri (PM) Singapura, Lawrence Wong, mengumumkan SG Child Support Package terbaru senilai S$ 62 ribu dalam pidato National Day Rally pada 23 Agustus. Paket tersebut mencakup Baby Gift sebesar S$ 10 ribu dalam bentuk tunai dan Child Credits sebesar S$ 32 ribu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagian lain dari paket itu terdiri dari hibah awal Child Development Account (CDA) sebesar S$ 5.000, kontribusi pendampingan dari pemerintah ke CDA hingga S$ 5.000, serta top-up sebesar S$ 10 ribu ke rekening Post-Secondary Education Account (PSEA) anak.
"Pekerjaan ini masih terus berjalan. Kami menargetkan lebih dari sekadar perbaikan atau perubahan secara bertahap pada skema-skema yang ada," kata Wong seperti dikutip dari The Strait Times, Senin (24/8/2026).
"Kami ingin melakukan perubahan mendasar dalam cara kami mendukung keluarga," imbuhnya.
Setiap anak Singapura akan menerima sekitar S$ 70 ribu dalam bentuk dukungan finansial langsung dari lahir hingga usia 17 tahun. Bantuan itu diberikan bersama dengan manfaat yang sudah ada, seperti hibah MediSave sebesar S$ 5.000 untuk bayi baru lahir dan kontribusi Edusave setiap tahun selama pendidikan sekolah dasar dan menengah.
Jumlah tersebut meningkat dari S$ 27.500 hingga S$ 56.500 per anak yang saat ini diterima orang tua dalam bentuk dukungan finansial langsung. Per Juni 2026, terdapat lebih dari 610 ribu anak dari 380 ribu rumah tangga di Singapura yang diperkirakan mendapatkan manfaat dari kebijakan tersebut.
Mekanisme Kerja Paket Baru
PM Wong menegaskan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membangun masa depan Singapura. Dalam paket baru tersebut, Baby Gift sebesar S$ 10 ribu akan diberikan dalam dua tahap dalam waktu 12 bulan setelah anak lahir.
Child Credits sebesar S$ 32 ribu akan memberikan pencairan tunai sebesar S$ 2.000 per tahun. Mulai dari tahun ketika anak berusia satu tahun hingga tahun ketika anak berusia 16 tahun.
Paket tersebut juga mencakup hibah awal CDA sebesar S$ 5.000 dan kontribusi pendampingan pemerintah hingga S$ 5.000. Adapun, CDA akan tetap terbuka hingga akhir tahun ketika anak berusia 16 tahun, bukan ditutup saat anak berusia 12 tahun seperti dalam sistem saat ini.
National Population and Talent Division pada 23 Agustus menyebutkan hal ini memberikan waktu yang lebih panjang bagi orang tua untuk mendapatkan manfaat dari kontribusi pendampingan pemerintah serta menggunakan dana CDA untuk biaya pengasuhan anak yang diperbolehkan.
Anak-anak yang lahir pada atau setelah 1 Januari 2015 akan memiliki CDA yang diperpanjang hingga akhir tahun ketika mereka berusia 16 tahun. Sementara itu, anak-anak yang lahir sebelum 1 Januari 2015 akan tetap memiliki Post-Secondary Education Account (PSEA) karena CDA mereka sudah ditutup.
Selanjutnya, ketika anak berusia 17 tahun, pemerintah Singapura akan memberikan tambahan S$ 10 ribu ke PSEA. Dana itu diberikan untuk membantu meringankan biaya pendidikan tinggi anak tersebut.
Artikel ini telah tayang di detikFinance. Baca selengkapnya di sini!
(iws/iws)