Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) berinisial Putu AMW ditemukan tewas di Kota Kagoshima, Jepang. Perempuan berusia 18 tahun asal Kabupaten Bangli, Bali, itu diduga mengakhiri hidup dengan bunuh diri.
"Saya dapat kabar dari LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) Hishou bahwa anak saya meninggal hari Sabtu, 16 Agustus 2026," tutur ayah Putu, INK, saat ditemui detikBali di rumah duka di Banjar Palaktiying, Kecamatan Bangl, Senin (24/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
INK mengungkapkan putrinya mendapat kesempatan bekerja di Jepang sejak 1 Juli lalu. Adapun, Putu bekerja di sebuah perusahaan pengolahan daging ayam di Negeri Sakura tersebut.
Selama bekerja di Jepang, Putu tinggal di mess atau apartemen yang disediakan pihak perusahaan. Putu tinggal bersama rekan kerjanya asal Singaraja, Kabupaten Buleleng.
"Dia tinggal berdua dengan teman kerjanya, perempuan juga dari Singaraja," kata INK.
INK menuturkan putrinya belum genap sebulan bekerja di perusahaan Jepang tersebut. Dua pekan pertama di Kagoshima, Putu harus menjalani pelatihan dan karantina.
Dua hari sebelum tewas, anak sulung dari dua bersaudara itu sempat berkomunikasi dengan adiknya di Bali. Menurut INK, tidak ada permasalahan yang diceritakan Putu saat berkomunikasi dengan adik perempuannya. Putu sendiri sedianya dikontrak bekerja selama satu tahun tiga bulan di Jepang.
"Riwayat penyakit tidak ada. Tidak ada permasalahan apapun juga. Dua hari sebelumnya, sempat teleponan dengan adiknya. Mereka bercanda, ketawa-ketawa," imbuh INK.
INK menjelaskan pemulangan jenazah Putu saat ini sedang diproses oleh Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali dan LPK Hishou. Namun, dirinya belum mendapat informasi mengenai jadwal penerbangan jenazah Putu dari Jepang ke Bali.
"Saya belum dapat informasi kapan mulai dipulangkan. Tapi, katanya, sedang diproses," ujar INK.
"Soal penyebab kematian, saya juga belum dijelaskan detail," sambungnya.
Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Bangli Iptu I Gede Gumiliarta mengungkapkan kematian Putu baru diketahui saat manajemen perusahaan tidak melihat perempuan tersebut masuk kerja. Nomor telepon Putu juga sempat dihubungi, tapi tidak ada jawaban.
Menurut Gumiliarta, pintu kamar apartemen Putu dalam keadaan terkunci saat didatangi manajemen perusahaan. Rekan kerja Putu lantas membuka paksa pintu kamar tersebut. Saat pintu kamar mess berhasil dibuka, Putu ditemukan sudah tak bernyawa.
"Korban ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di messnya," kata Gumiliarta.
Gumiliarta mengatakan kasus dugaan bunuh diri itu kini masih diselidiki oleh otoritas kepolisian di Jepang. Belum ada keterangan resmi dari otoritas Jepang terkait motif dugaan bunuh diri tersebut.
"Belum ada informasi resmi dari pemerintah Jepang terkait motif dan penyebabnya," imbuh Gumiliarta.
(iws/iws)