detikBali

Rusa-rusa TNBB 'Serbu' Kubangan Air Buatan di Tengah Kemarau

Terpopuler Koleksi Pilihan

Rusa-rusa TNBB 'Serbu' Kubangan Air Buatan di Tengah Kemarau


I Putu Adi Budiastrawan - detikBali

Petugas mengecek kubangan air bagi satwa di TNBB, Jembrana, Bali, Sabtu (22/8/2026).
Foto: Petugas mengecek kubangan air bagi satwa di TNBB, Jembrana, Bali, Sabtu (22/8/2026). (Dok. TNBB)
Jembrana -

Menghadapi musim kemarau yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta krisis air bersih bagi satwa, pengelola Taman Nasional Bali Barat (TNBB) mengintensifkan kegiatan smart patrol. Selain itu, intervensi langsung juga dilakukan dengan menyediakan bak air khusus untuk kebutuhan satwa di dalam kawasan. Kubangan air buatan itu langsung dimanfatkan rusa-rusa dan hewan lainnya.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah Satu Jembrana TNBB, Isai Yusidart, menjelaskan bahwa penyusutan ketersediaan air di dalam hutan merupakan fenomena rutin setiap musim kemarau. Meski demikian, kondisi kubangan air alami maupun buatan saat ini dipastikan masih berada dalam kategori aman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena sudah terjadi setiap musim kemarau seperti tahun-tahun sebelumnya, kami sudah sediakan bak air khusus satwa. Selain itu, kami juga lakukan smart patrol pencegahan karhutla," ungkap Isai saat dikonfirmasi detikBali, Minggu (23/8/2026).

Langkah penanganan air ini mulai memperlihatkan hasil di beberapa titik perlintasan satwa. Di kawasan Prapat Agung dan Segara Rupek, kawanan rusa terlihat mulai turun memanfaatkan kubangan air buatan. Hal serupa juga terjadi pada kubangan air buatan di wilayah Cekik yang rutin didatangi berbagai jenis satwa.

ADVERTISEMENT

"Kubangan-kubangan air masih dalam kondisi aman, jika kubangan mulai mengering kami suplai air menggunakan mobil tangki," papar Isai.

Guna meminimalisasi risiko karhutla, pihak TNBB menerapkan enam langkah strategis pencegahan yaitu pemeliharaan peralatan; Melakukan perawatan rutin pada seluruh peralatan pengendalian kebakaran hutan agar selalu dalam kondisi siap pakai.

Simulasi Pemadaman; Mengelar pelatihan dan simulasi pemadaman berkala bagi petugas Dalkarhut BTNBB. Inventarisasi Sumber Air; Memetakan titik sumber air di dalam dan sekitar kawasan hutan untuk pengisian armada mobil Dalkarhut serta jet shooter.

Pemasangan Papan Informasi Potensi Bahaya; Memasang papan peringatan di titik-titik area rawan beserta tingkat potensi karhutla. Imbauan Pencegahan; Memasang papan larangan membuang sumber api secara sembarangan, termasuk puntung rokok.

Khusus untuk wilayah Wilayah SPTN I Jembrana, pemantauan kondisi lapangan yang dilakukan melalui smart patrol mengonfirmasi bahwa pasokan air pada kubangan-kubangan yang ada masih mencukupi.

"Kami memastikan intensitas patroli pengawasan area rawan kebakaran akan terus ditingkatkan sepanjang puncak musim kemarau ini," tandas Isai.



(hsa/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads