Penutupan sementara Dermaga Movable Bridge (MB) II Pelabuhan Gilimanuk memicu kemacetan lalu lintas. Tak hanya di area pelabuhan, antrean kendaraan juga mengular hingga ke ruas Jalan Denpasar-Gilimanuk, Jembrana, Bali.
Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, mengungkapkan antrean kendaraan mencapai 1 kilometer (km) dari pintu masuk pelabuhan sampai ke simpang empat Pura Dalem Gilimanuk pada Minggu (23/8/2026) dini hari. Menurutnya, sejumlah bus menerobos gang-gang sempit hingga menyebabkan kabel listrik terputus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dini hari tadi kondisi sempat makin parah karena ulah sejumlah sopir bus yang menerobos gang-gang sempit permukiman. Dan merusak lampu penerangan jalan umum (PJU), kabel internet, hingga kabel listrik ke rumah warga putus,," ungkap Tony saat dikonfirmasi detikBali, Minggu.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Gusti Kade Alit Murdiasa, membenarkan terjadi penumpukan kendaraan yang signifikan di ruas jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk. Menurutnya, sejumlah personel dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas.
"Petugas disiagakan di lapangan untuk memastikan kendaraan tetap pada lajurnya dan tidak saling serobot. Kami mengimbau para pengendara untuk bersabar, mengikuti arahan petugas, dan menghormati ketertiban umum selama proyek peningkatan kapasitas dermaga berlangsung," kata Alit.
Diketahui, operasional Dermaga II di Pelabuhan Gilimanuk resmi ditutup mulai 21 Agustus 2026. Penutupan dilakukan sehubungan pengerjaan proyek peningkatan kapasitas dermaga yang ditargetkan rampung sebelum periode angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Manager Humas ASDP Cabang Ketapang, Bintang Felfian, menjelaskan pengerjaan diawali dengan pembongkaran struktur eksisting Dermaga II Gilimanuk. Ia menjelaskan proyek peningkatan kapasitas ini juga bertujuan untuk mengurai kemacetan di area pelabuhan.
"Peningkatan kapasitas dermaga dari semula 20 ton jadi 50 ton agar bisa muat-bongkar truk-truk besar yang awalnya hanya masuk dermaga LCM," ujar Bintang, Jumat (21/8).