detikBali

Kenalkan Transportasi Tempo Dulu, Pengunjung Bulfest Bisa Naik Dokar Gratis

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kenalkan Transportasi Tempo Dulu, Pengunjung Bulfest Bisa Naik Dokar Gratis


Made Wijaya Kusuma - detikBali

Pengunjung Buleleng Festival (Bulfest) dapat merasakan sensasi naik dokar gratis, Jumat (21/8/2026). (Foto: Made Wijaya Kusuma/detikBali)
Pengunjung Buleleng Festival (Bulfest) dapat merasakan sensasi naik dokar gratis, Jumat (21/8/2026). (Foto: Made Wijaya Kusuma/detikBali)
Buleleng -

Ada yang menarik dari helatan Buleleng Festival (Bulfest) 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menghadirkan dokar sebagai kendaraan wisata bagi pengunjung festival.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Buleleng Gede Gunawan Adnyana Putra mengatakan ada dua dokar yang disiapkan untuk pengunjung setiap harinya. Dua dokar tersebut ditempatkan di area pintu masuk zona A Bulfest sekitar Jalan Ngurah Rai, Singaraja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Gunawan, kehadiran dokar di tengah festival menjadi sarana untuk memperkenalkan transportasi tempo dulu tersebut, khususnya kepada anak muda di Buleleng. Pengunjung Bulfest 2026 dapat mencoba sensasi naik dokar tanpa dipungut biaya alias gratis.

"Rutenya dari seputar Jalan Ngurah Rai, kemudian ke Rumah Jabatan. Jadi orang mengenal dokar, oh ini loh angkutan tempo dulu," ujar Gunawan kepada detikBali, Jumat (21/8/2026).

ADVERTISEMENT

Selain untuk memperkenalkan transportasi tradisional itu kepada anak muda, kehadiran dokar tersebut juga untuk menguatkan nuansa tempo dulu sesuai dengan konsep Bulfest tahun ini. Mengingat hanya tersedia dua unit, pengunjung diminta bergantian jika ingin menaiki dokar.

"Kalau melihat kapasitas, ya memang seperti itu (terbatas). Tapi kami kan memperkenalkan, siapa tahu nanti ada anak-anak balita yang akan naik. Kami coba untuk memberikan edukasi bahwa transportasi zaman dulu itu adalah dokar," imbuhnya.

Salah satu pemilik dokar yang dilibatkan dalam Bulfest 2026 adalah Ketut Siara. Sejak sore, pengunjung tampak antusias mengantre untuk menaiki kereta beroda dua yang ditarik oleh seekor kuda itu.

Siara pun mengajak mereka berkeliling menyusuri area festival sekaligus menghadirkan sensasi perjalanan dengan transportasi tempo dulu. Sebagai kusir, Siara mengaku senang bisa dilibatkan dalam kegiatan tersebut karena bisa memberi tambahan penghasilan.

Pria berusia 50 tahun itu sehari-hari bekerja sebagai kusir dokar di kawasan Pasar Anyar Singaraja. Selama Bulfest 2026, ia mendapat upah Rp 300 ribu per hari untuk melayani pengunjung.

"Ongkos di sini Rp 300 ribu per hari. Kalau di pasar, kadang dapat Rp 50 ribu sehari, kadang Rp 30 ribu," kata Siara.



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads