detikBali
Regional

Seruan Pray for Kalimantan Menggema, 1.106 Titik Panas Terdeteksi

Terpopuler Koleksi Pilihan
Regional

Seruan Pray for Kalimantan Menggema, 1.106 Titik Panas Terdeteksi


Ad - detikBali

Titik Api di Pulau Kalimantan berdasarkan pantauan FIRMS NASA
Titik Api di Pulau Kalimantan. Foto: Adi FR/detikINET
Denpasar -

Seruan 'Pray for Kalimantan' ramai di media sosial. Warganet menyoroti banyaknya titik panas yang terlihat dalam peta digital dan pantauan satelit di sejumlah wilayah Kalimantan.

Dilansir detikInet, tangkapan layar Google Maps hingga peta Fire Information for Resource Management System (FIRMS) milik NASA banyak dibagikan di X. Peta tersebut menunjukkan indikasi titik panas yang tersebar di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, hingga sejumlah wilayah lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Unggahan foto dan video yang memperlihatkan kepulan asap tebal di sejumlah daerah Kalimantan juga ikut beredar. Kondisi ini membuat warganet khawatir terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama bagi kesehatan warga.

"Entah Kalimantan dibakar atau terbakar, yang pasti jutaan hewan jadi korban, jutaan pohon hangus terbakar, jutaan bayi dan manusia sesak nafas menghirup asap #prayforkalimantan," kata @rebukanrain.

ADVERTISEMENT

"Nggak sanggup bayangin jutaan bayi, anak" dan manusia di Kalimantan harus sesak napas, hari-hari hidup di tengah asap tebal. asap rokok aja bikin sesak kan, apalagi ini asap kebakaran hutan... astagfirullah🥺" ucap @assertndayy.

"Ya Allah udah parah banget ini, pray for Kalimantan. Semoga saudara² kita disana dilindungi," ujar @byunbaek0692.

"Pray for Kalimantan 😭 semoga kuasa Allah segera turunkan hujan untuk 🤲 memadamkan karhutla," doa @han_javanese.

1.106 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan

Pembukaan lahan di Kalimantan Barat.Pembukaan lahan di Kalimantan Barat. Foto: Dok. Kementerian Kehutanan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi ribuan titik panas di Indonesia, dengan konsentrasi terbesar berada di Kalimantan. Data pada 20 Agustus 2026 mencatat 1.106 titik panas di Kalimantan.

Rinciannya, 521 titik berada di Kalimantan Barat, 424 titik di Kalimantan Tengah, 103 titik di Kalimantan Timur, 40 titik di Kalimantan Selatan, dan 18 titik di Kalimantan Utara.

Sementara itu, Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan angka berbeda karena sumber dan metode pemantauannya berbeda. Berdasarkan pantauan satelit NOAA-20 pada 20 Agustus, terdapat 1.487 hotspot di Kalimantan, dengan Kalimantan Tengah sebanyak 767 titik dan Kalimantan Barat 560 titik.

Kondisi kering turut meningkatkan risiko karhutla. BMKG menyebut El Niño berada pada intensitas kuat dan sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. BMKG sebelumnya telah mengingatkan bahwa risiko karhutla diperkirakan mencapai tingkat tertinggi pada Agustus-September, termasuk di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Kabut Asap Mulai Ganggu Kualitas Udara

Dampak karhutla mulai dirasakan di sejumlah daerah. Di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kabut asap pekat membuat kualitas udara memburuk.
Pada 19 Agustus 2026, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di Palangka Raya sempat mencapai 487. Angka tersebut masuk kategori berbahaya.
Situasi serupa terjadi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Data BMKG pada Rabu (19/8) pukul 07.00 Wita menunjukkan konsentrasi partikel PM2.5 mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik, juga berada pada kategori berbahaya.

Partikel PM2.5 menjadi salah satu ancaman utama dari kabut asap karena ukurannya sangat kecil dan dapat masuk jauh ke saluran pernapasan. Anak-anak, lansia serta orang dengan gangguan pernapasan menjadi kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih saat kualitas udara memburuk.

Baca selengkapnya di detikInet



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads