detikBali

Pertama Kali, Elang Bondol Ikut Upacara 17 Agustus di Taman Safari Bali

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pertama Kali, Elang Bondol Ikut Upacara 17 Agustus di Taman Safari Bali


Aryo Mahendro - detikBali

Seekor elang bondol betina bertengger di tangan sang pawang saat mengikuti upacara bendera di Taman Safari Bali, Senin (17/8/2026). (Aryo Mahendro/detikBali).
Foto: Seekor elang bondol betina bertengger di tangan sang pawang saat mengikuti upacara bendera di Taman Safari Bali, Senin (17/8/2026). (Aryo Mahendro/detikBali).
Denpasar -

Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Taman Safari Bali pada 17 Agustus 2026 berlangsung berbeda. Seekor elang bondol (Haliastur Indus) betina untuk kali pertama jadi peserta upacara bendera.

Elang bondol seolah tematik dengan simbol Garuda Pancasila sebagai lambang Indonesia yang kerap dikaitkan dengan burung elang, khususnya elang Jawa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, baru kali pertama ikut upacara dan memang lambang Garuda terinspirasi dari elang Jawa. Kebetulan juga, burungnya ready dan memang diperuntukkan bertemu dengan pengunjung," kata Life Science Manager Taman Safari Bali Ayudis Husadhi seusai upacara bendera di Taman Safari Bali, Senin (17/8/2026).

Ayudis mengatakan, elang betina yang juga maskot Jakarta itu adalah salah satu dari tiga koleksi elang di Taman Safari Bali. Didatangkan dari Bogor, Jawa Barat, elang bondol itu sudah hidup 10 tahun di Bali.

ADVERTISEMENT

Meski sudah cukup lama, elang bondol masih harus dikondisikan. Sejak seminggu sebelum ikut upacara, elang itu dibiasakan berinteraksi dengan manusia di lingkungan dan suasana yang berbeda.

"Kami sudah lakukan conditioning, sepekan sebelum upacara, di area ini. Jadi, burung elang dilatih dan dibiasakan atau habituasi. Supaya terbiasa dengan lingkungan baru. Sehingga saat upacara, tingkah elangnya sudah tenang dan beradaptasi," kata Ayudis.

Pantauan detikBali, elang bondol tidak sendirian. Dia ditemani seekor burung kakatua dan dua burung nuri Bayan. Semua burung didampingi oleh seorang pawang. Hanya pawang elang bondol yang harus memakai sarung tangan khusus agar tidak terluka akibat cengkraman cakar selama bertengger di tangannya.

Selama upacara bendera berlangsung, elang bondol itu nampak tenang. Sesekali dia memutar kepalanya 180 derajat melihat karyawan Taman Safari Bali lainnya yang mengikuti upacara bendera.

"Selama upacara tadi, si elang bisa tenang dan mengikuti prosesi hingga selesai. Dulu waktu kali pertama datang belum dapat ditangani. Kalau sekarang memang dibiasakan berinteraksi di suasana yang berbeda," katanya.

Seekor elang bondol, dua ekor burung nuri, seekor burung kakaktua, dan dua ekor ular piton asal Myanmar dan Indonesia mengikuti mengikuti upacara bendera di Taman Safari Bali, Senin (17/8/2026). (Aryo Mahendro/detikBali).Seekor elang bondol, dua ekor burung nuri, seekor burung kakaktua, dan dua ekor ular piton asal Myanmar dan Indonesia mengikuti mengikuti upacara bendera di Taman Safari Bali, Senin (17/8/2026). (Aryo Mahendro/detikBali).

Ayudis mengatakan, elang bondol 12 tahun itu belum dikembangbiakkan sejak dikonservasi di Taman Safari Bali, satu dekade lalu. Burung yang persebaran habitatnya di Asia Tenggara dan Australia itu butuh sarang yang cukup tinggi untuk berkembang biak dan bersarang.

"Belum ada rencana pengembangbiakkan. Selama ini, hanya kami perkenalkan ke pengunjung lewat program pertunjukkan di Bali Agung Show. Jadi, dipamerkan saja ke pengunjung, perkenalan ke pengunjung terkait tingkah laku burung ini di alam bebas," katanya.

Selain elang bondol, ada juga satwa lain yang menghadiri upacara bendera di Taman Safari Bali. Tiga ekor gajah Asia, seekor ular piton asal Myanmar dan seekor ular piton asal Indonesia.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads