Korea Selatan (Korsel) menargetkan bisa mendarat di Bulan pada 2030. Target tersebut menjadi bagian dari strategi teknologi besar Korsel untuk mencari sumber pertumbuhan baru di luar industri semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI).
Rencana itu diumumkan Pemerintah Korsel melalui inisiatif Seven Major SEED yang mencakup tujuh bidang teknologi strategis, mulai dari energi nuklir dan energi terbarukan hingga komputasi kuantum, antariksa, bioteknologi, serta rantai pasok mineral dan material penting.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari detikInet, Presiden Korsel, Lee Jae Myung, mengatakan strategi tersebut diperlukan agar negaranya tidak hanya mengandalkan teknologi yang saat ini sudah menjadi kekuatan utama.
"Tujuh proyek SEED yang kami bahas hari ini akan menjadi mesin pertumbuhan generasi berikutnya dan aset strategis nasional utama," ujar Lee dalam pertemuan di Blue House yang membahas strategi teknologi tersebut.
Tidak berhenti di sana, Seoul juga menargetkan misi pendaratan Bulan kedua pada 2032. Pemerintah berencana mengembangkan kemampuan antariksa domestik sekaligus membangun jaringan komunikasi satelit orbit rendah Bumi (low Earth orbit/LEO) secara mandiri pada 2035.
Korsel juga ingin mengembangkan teknologi terkait pusat data di luar angkasa serta meningkatkan keterlibatannya dalam pengembangan pesawat komersial generasi berikutnya. Target tersebut menunjukkan bahwa program antariksa Korsel mulai diarahkan bukan hanya untuk penelitian, tetapi juga membangun ekosistem teknologi dan industri antariksa sendiri.
Artikel ini telah tayang di detikInet. Baca selengkapnya di sini!