detikBali

Heboh Layanan Seks Wasit Asing Berujung Asosiasi Sepakbola Korea Minta Maaf

Terpopuler Koleksi Pilihan

Heboh Layanan Seks Wasit Asing Berujung Asosiasi Sepakbola Korea Minta Maaf


Kris FW - detikBali

MONACO, MONACO - OCTOBER 18: The Referee Eric Wattellier shows a red card to Jordan Teze of AS Monaco following a reckless challenge on Gabriel Gudmundsson of LOSC Lille during the Ligue 1 match between AS Monaco FC and LOSC Lille at Stade Louis II on October 18, 2024 in Monaco, Monaco. (Photo by Jonathan Moscrop/Getty Images)
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/Jonathan Moscrop)
Denpasar -

Publik Korea Selatan (Korsel) dihebohkan dengan munculnya laporan terkait dugaan pemberian layanan seksual kepada wasit asing lebih dari satu dekade lalu. Belakangan, Asosiasi Sepakbola Korea Selatan (KFA) pun menyampaikan permohonan maaf atas mencuatnya laporan tersebut.

Dilansir dari detikSport pada Minggu (9/8/2026), laporan tersebut diungkap broadcaster Korea Selatan JTBC. Dugaan itu berkaitan dengan sejumlah wasit asing yang datang ke Korsel untuk memimpin pertandingan internasional pada 2011-2012.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut laporan tersebut, praktik itu terjadi beberapa kali, termasuk menjelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 dan Olimpiade London 2012. Persoalan tersebut kembali mencuat setelah KFA mendapat sorotan dalam sidang parlemen dan kantor mereka digeledah aparat.

Laporan JTBC juga mengungkap hasil investigasi Kementerian Olahraga Korea Selatan pada 2016. Menurut hasil investigasi tersebut, KFA disebut menyediakan hiburan yang tidak pantas kepada wasit asing.

ADVERTISEMENT

Bahkan, praktik tersebut diklaim terjadi tujuh kali antara Maret 2011 hingga Maret 2012. Masih menurut laporan itu, layanan yang diberikan disebut termasuk kunjungan ke tempat pijat serta biaya yang dikeluarkan juga disebut mencakup pembayaran untuk layanan seksual.

KFA pun buka suara mengenai laporan yang mencoreng asosiasi sepakbola Korea Selatan tersebut. Mereka menegaskan praktik semacam itu sudah tidak terjadi saat ini.

"Kami memohon maaf sedalam-dalamnya karena telah menimbulkan kekhawatiran terkait berbagai persoalan yang melibatkan asosiasi, yang muncul dari sidang parlemen dan penggeledahan serta penyitaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, serta laporan mengenai peristiwa lebih dari satu dekade lalu yang bahkan tidak diketahui oleh banyak orang di dalam organisasi," demikian pernyataan KFA.

"Asosiasi menegaskan bahwa tindakan tidak pantas semacam ini, atau penggunaan kartu perusahaan untuk tujuan tersebut, sama sekali tidak terjadi saat ini," sambung KFA.

Artikel ini telah tayang di detikSport. Baca selengkapnya di sini!



(iws/iws)











Hide Ads