detikBali

TKD Disunat, Pemkab Tabanan Putar Otak Genjot PAD

Terpopuler Koleksi Pilihan

TKD Disunat, Pemkab Tabanan Putar Otak Genjot PAD


Sui Suadnyana, Krisna Pradipta - detikBali

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya. (Krisna Pradipta/detikBali)
Foto: Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya. (Krisna Pradipta/detikBali)
Tabanan -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan tengah memutar otak untuk menggejot pendapatan asli daerah (PAD). Upaya meningkatkan PAD dilakukan lantaran Dana Transfer ke Daerah (TKD) disunat oleh pemerintah pusat.

Pemkab Tabanan tengah mengoptimalkan sejumlah sumber pendapatan yang belum digarap maksimal, yakni membidik piutang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Selain itu, Pemkab Tabanan juga tengah memetakan potensi pendapatan sektor lain yang belum tergarap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemkab juga mendorong investasi yang sesuai dengan kebijakan dan regulasi. Potensi investasi dinilai cukup besar, termasuk sektor pariwisata yang dapat menggerakkan usaha masyarakat sekaligus membuka lapangan pekerjaan. Pengembangan potensi tersebut diharapkan mampu memperkuat sektor ekonomi sekaligus meningkatkan PAD Tabanan.

"Potensinya banyak sebenarnya. Ada potensi investasi, lapangan pekerjaan, dan beberapa daerah yang masih bisa dikembangkan sebagai objek wisata," ujar Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya usai rapat paripurna DPRD Tabanan, Jumat (14/8/2026).

ADVERTISEMENT

Pemkab Tabanan juga tengah mengalami penurunan anggaran belanja sekitar 30% karena menanggung beban gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Meski demikian, Sanjaya mengatakan, berdasarkan koordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), masih tersedia ruang hingga November untuk mengoptimalkan pendapatan dan melakukan harmonisasi anggaran.

"Masih ada ruang beberapa bulan. Kalau pendapatan bisa dioptimalkan, masih bisa dilakukan harmonisasi lagi," jelas Sanjaya.



(dpw/dpw)









Hide Ads
LIVE