detikBali

Belum Sehari Dilantik, Presiden Baru Kolombia Dihadapkan Serangan Bom

Terpopuler Koleksi Pilihan

Belum Sehari Dilantik, Presiden Baru Kolombia Dihadapkan Serangan Bom


Yulida Medistiara - detikBali

Presiden terpilih Kolombia Abelardo de la Espriella berbicara setelah menerima surat kepercayaan dari Presiden Dewan Pemilihan Nasional Kolombia Cristian Ricardo Quiroz Romero, di Bogotá, Kolombia, 25 Juni 2026.
Presiden terpilih Kolombia Abelardo de la Espriella. (Foto: REUTERS/Sergio Acero)
Denpasar -

Belum sehari Abelardo de la Espriella dilantik sebagai Presiden Kolombia, serangan bom langsung mengguncang negara tersebut. Satu polisi tewas dalam serangkaian serangan yang terjadi pada Sabtu, sehari setelah De la Espriella resmi menduduki kursi kepresidenan.

Dilansir dari detikNews, Senin (10/8/2026), De la Espriella resmi dilantik sebagai Presiden Kolombia pada Jumat di Kota Cali, wilayah barat daya negara tersebut

Espriella yang merupakan pemimpin sayap kanan garis keras dikenal atas janji kampanyenya untuk memerangi narkoterorisme tanpa gencatan senjata dan menghentikan perundingan damai dengan kelompok-kelompok bersenjata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1 Polisi Tewas

Satu petugas polisi tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangkaian serangan bom di Kolombia pada dini hari Sabtu.

Angkatan Darat Kolombia menyatakan kelompok pembangkang gerilyawan FARC menggunakan bahan peledak untuk menghancurkan sebuah gerbang tol di dekat Cali. Dua petugas keamanan mengalami luka ringan dalam insiden tersebut.

ADVERTISEMENT

Insiden tersebut dipelopori kelompok pemberontak di bawah komando Ivan Morodisco, komandan gerilyawan yang paling dicari di Kolombia. Mereka beroperasi di sekitar lokasi gerbang tol yang sedang dibangun di jalan raya Pan-American, tepatnya di wilayah administratif Santander de Quilichao.

Morodisco memimpin kelompok pembangkang yang memisahkan diri dari kesepakatan damai bersejarah tahun 2016 antara FARC dan pemerintah Kolombia.

Serangan bom lainnya terjadi di Departemen Cesar, wilayah utara Kolombia, sekitar 1.000 kilometer dari lokasi serangan pertama. Seorang petugas tewas dalam serangan tersebut pada dini hari Sabtu ketika sebuah pesawat nirawak (drone) bermuatan bahan peledak menghantam kantor polisi, menurut keterangan pejabat setempat.

Kecam Serangan Bom

De la Espriella mengecam serangan bom tersebut. Melalui akun media sosialnya, ia menyatakan bahwa menyerang infrastruktur negara sama dengan menyerang kemajuan.

"Kepada pihak yang bertanggung jawab, saya sampaikan pesan tegas: tidak akan ada tempat persembunyian, tidak ada keringanan hukuman, dan tidak ada impunitas," tambahnya.

Pihak berwenang di sana belum mengidentifikasi para pelaku. Namun, De la Espriella menegaskan bahwa siapa pun yang bertanggung jawab tidak akan lolos dari hukuman.



(dpw/dpw)









Hide Ads