Indonesia masih kekurangan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Saat ini, jumlah dokter jantung di Indonesia baru sekitar 1.400-2.000 orang, sementara kebutuhan ideal mencapai sekitar 2.800-3.000 dokter. Dengan jumlah tersebut, idealnya satu dokter jantung melayani 100 ribu penduduk.
Hal itu disampaikan Head of Peripheral Vascular Intervention, Vascular Division, Department of Cardiology & Vascular Medicine National Cardiovascular Hospital Harapan Kita, Iwan Dakota. Menurutnya, jumlah dokter jantung di Indonesia ditargetkan mencapai 2.800-3.000 orang dalam dua tahun ke depan.
"Hampir mendekati angka 1.500-1.400 sampai barangkali 2.000 sekarang. Karena diharapkan dua tahun ke depan sudah 2.800 sampai 3.000, sudah bisa mencukupi satu dokter jantung untuk 100.000. Kalau 280 juta berarti 2.800. 2 tahun lagi kita akan mencukupi," ujarnya saat ditemui di acara 67th Annual World Congress International College of Angiology (ICA) 2026 di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Jumat (31/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu penyebab masih terbatasnya jumlah dokter jantung, kata Iwan, adalah jumlah lulusan yang belum banyak. Setiap tahun, dokter spesialis jantung yang lulus berada di kisaran 400-500 orang.
"Karena lulusannya cuma 500-an per tahun. Jadi kalau 1.000, barangkali sekitar 2 tahun lagi baru 2.800 sampai 3.000, baru mencukupi rasio 1 banding 100.000. Satu dokter jantung untuk 100.000 penduduk," jelasnya.
Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter jantung, Iwan mengatakan saat ini telah dibuka sejumlah program pendidikan berbasis rumah sakit atau hospital based.
"Sudah, sudah. Bahkan sekarang sudah dibuka beberapa pendidikan, bukan university based, tapi hospital based. Sudah nambah. Jadi bisa lebih cepat lagi," imbuhnya.
Selain meningkatkan jumlah dokter, peningkatan kompetensi juga dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan di luar negeri. Iwan menyebut negara-negara Asia menjadi salah satu tujuan karena memberikan kesempatan praktik langsung yang lebih besar.
Dengan adanya penambahan program pendidikan tersebut, Iwan memperkirakan jumlah dokter jantung di Indonesia dapat mencapai 2.800 orang pada akhir 2027 dan sekitar 3.000 orang paling lambat pada 2028. Dengan jumlah tersebut, idealnya satu dokter jantung melayani 100 ribu penduduk.
"Saya kira tahun depan 2027 akhir sudah bisa mencapai 2.800, ya. Paling lambat kita sampai 2028 sampai 3.000-an," tandasnya.