detikBali

Banjar Juwuk Legi-Desa Batunya, Daerah Penghasil Sayuran dan Jeruk

Terpopuler Koleksi Pilihan

Banjar Juwuk Legi-Desa Batunya, Daerah Penghasil Sayuran dan Jeruk


I Dewa Made Krisna Pradipta - detikBali

Sektor pertanian berupa sayur mayur dan jeruk menjadi komoditas andalan di Desa Batunya di Kecamatan Baturiti, Tabanan. /Krisna Pradipta
Foto: Sektor pertanian berupa sayur mayur dan jeruk menjadi komoditas andalan di Desa Batunya di Kecamatan Baturiti, Tabanan. (I Dewa Made Krisna Pradipta/detikBali)
Tabanan -

Akhir-akhir ini Banjar Juwuk Legi dan Desa Batunya di Kecamatan Baturiti, Tabanan menjadi sorotan. Alasannya akibat terjadi insiden berdarah yang menewaskan seorang pencuri ayam.

Namun di sisi lain, daerah ini merupakan surganya penghasil sayur mayur dan jeruk. Di Desa Bantunya terdapat empat banjar yakni Banjar Batunya, Banjar Abing, Banjar Tamantanda, dan Banjar Juwuk Legi yang sebagian besar penghasil sayur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perbekel Desa Batunya, I Made Riasa menjelaskan sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di Desa Batunya. Sekitar 80 persen warga desa di empat banjar menggantungkan mata pencahariannya sebagai petani.

Sementara 20 persen lainnya bekerja sebagai peternak, pegawai negeri sipil, pegawai swasta, dan profesi lainnya.

ADVERTISEMENT

Riasa mengatakan potensi pertanian di wilayahnya sangat besar dengan beragam komoditas unggulan yang telah dipasarkan hingga ke luar Bali.

"Komoditas utama di desa kami ada tomat, kol, sawi, dan brokoli," ujar Riasa, Rabu (29/7/2026).

Salah satu komoditas yang juga menjadi andalan adalah jeruk. Bahkan, menurut Riasa, produksi jeruk di Desa Batunya saat ini tengah mengalami peningkatan sehingga menjadi salah satu hasil pertanian yang paling diminati.

Hal tersebut juga menjadi asal-usul nama Banjar Juwuk Legi atau Juwuk Manis, yang identik dengan hasil panen jeruk berkualitas dengan rasa manis yang khas.

Selain jeruk, para petani juga mulai membudidayakan pertanian bunga gumitir. Riasa menyebut salah seorang warga telah mengembangkan pembibitan bunga gumitir yang kemudian bibitnya dibagikan kepada masyarakat untuk ditanam secara lebih luas.

"Langkah ini diharapkan mampu menambah pilihan komoditas pertanian sekaligus meningkatkan pendapatan petani," ujarnya.

Hasil pertanian Desa Batunya tidak hanya dipasarkan di Kabupaten Tabanan, tetapi juga menjangkau berbagai daerah di Bali hingga luar pulau. Dengan potensi tersebut, pemerintah desa berharap sektor pertanian tetap menjadi kekuatan ekonomi masyarakat sekaligus mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang lebih luas.

"Mudah-mudahan hasil pertanian dari Desa Batunya dapat bermanfaat untuk masyarakat luas," tutup Riasa.



(hsa/hsa)









Hide Ads