detikBali

DPRD Bali Kecam Komunitas Lari WNA Diskriminasi WNI

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

DPRD Bali Kecam Komunitas Lari WNA Diskriminasi WNI


Sui Suadnyana, Rizki Setyo - detikBali

Ketua Komisi II DPRD Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih alias Ajus Linggih saat diwawancarai awak media di kantornya, Senin (27/7/2026). (Rizki Setyo/detikBali)
Foto: Ketua Komisi II DPRD Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih alias Ajus Linggih saat diwawancarai awak media di kantornya, Senin (27/7/2026). (Rizki Setyo/detikBali)
Denpasar -

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih atau Ajus Linggih, mengecam komunitas lari warga negara asing (WNA) yang diskriminasi warga negara Indonesia (WNI).

"Saya mengecam keras tindakan rasisme yang ada di Bali karena kita welcome terhadap turis mancanegara. Tetapi, juga turis mancanegara harus menghargai bahwa ini rumah kita," kata Ajus ditemui di Kantor DPRD Bali, Senin (27/72026).

"Saya apresiasi besar terhadap Ditjen Imigrasi yang mem-blacklist dua oknum yang menjadi inisiator dari lari tersebut," lanjut Ajus Linggih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perbedaan perlakukan terhadap WNI, jelas Ajus Linggih, tidak sejalan dengan prinsip pariwisata Bali. Ajus mengingatkan masyarakat lokal dan wisatawan domestiklah yang menjadi penopang pariwisata Bali, bahkan sejak pandemi COVID-19.

ADVERTISEMENT

"Kita harus ingat bahwa waktu COVID itu yang menyelamatkan kita adalah turis domestik, bukan mancanegara. Saya juga minta Pak Kadis Pariwisata untuk mendata sebenarnya spending lebih banyak itu turis domestik atau mancanegara sih," tutur Ajus Linggih.

Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) itu heran dengan orang-orang yang mengagungkan turis mancanegara. Bagi Ajus Linggih, yang seharusnya diperhatikan adalah wisatawan domestik.

Kepala Dinas Pariwisata Bali, I Wayan Sumarajaya, berharap masyarakat tidak perlu ragu untuk mengadakan kegiatan olahraga, seperti lari dan sebagainya.

"Kami berharap dari semua pelaku usaha atau masyarakat yang melakukan event-event seperti itu sesuai dengan ketentuan, saya kira amanlah, enggak apa-apa. Karena kita memang dukung sport tourism itu memang bisa meningkatkan jumlah wisatawan yang hadir ke Bali," tegas Sumarajaya.

Pemprov Bali, kata Sumarajaya, terus mendorong berbagai komunitas dan pelaku usaha agar tetap mengadakan kegiatan olahraga yang dapat menunjang pariwisata Bali.



(hsa/hsa)











Hide Ads