detikBali

Ini Daftar Makanan Pencegah Stroke yang Direkomendasikan Ahli

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Ini Daftar Makanan Pencegah Stroke yang Direkomendasikan Ahli


Sarah Oktaviani Alam - detikBali

Stressed asian woman fanning suffering heat stroke sitting on a couch at home
Ilustrasi stroke. (Foto: Getty Images/AntonioGuillem)
Daftar Isi
Denpasar -

Stroke menjadi salah satu ancaman kesehatan yang dapat mengubah hidup seseorang secara drastis. Memang ada beberapa faktor yang tidak bisa diubah seperti usia dan genetik. Namun, risiko stroke masih bisa ditekan melalui perubahan gaya hidup, terutama dalam hal makanan yang dikonsumsi.

Lantas, apa saja makanan yang direkomendasikan ahli untuk membantu menurunkan risiko stroke?

Dilansir dari detikHealth, pola makan sehat berperan penting dalam mengontrol tekanan darah, kolesterol, hingga gula darah. Adapun, pola makan yang dianjurkan umumnya mengadopsi diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Itu merupakan pola makan khusus untuk menurunkan tekanan darah. Ada juga diet Mediterania yang kaya akan bahan makanan nabati serta lemak sehat.

ADVERTISEMENT

"Diet yang kaya makanan anti-inflamasi (pereda peradangan) dan nutrisi yang menjaga pembuluh darah tetap terbuka dapat meningkatkan fleksibilitas arteri serta mengurangi pembekuan darah," ungkap Scott Keatley, RDN, dari Keatley Medical Nutrition Therapy.

Berikut adalah 8 makanan yang direkomendasikan ahli gizi dan dokter spesialis jantung untuk membantu menurunkan risiko stroke seperti dikutip dari laman Prevention:

1. Makanan Kaya Serat Larut

Apel, pir, wortel, dan ubi jalar mengandung serat larut yang akan berubah menjadi gel di saluran pencernaan. Proses ini memperlambat penyerapan gula dan menyerap kolesterol jahat sebelum masuk ke aliran darah.

2. Sayuran Berdaun Hijau

Bayam, kale, dan arugula kaya akan nitrat. Dalam tubuh, nitrat diubah menjadi oksida nitrat, senyawa yang berfungsi melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah lancar dan tekanan darah menurun. Sayuran hijau juga kaya vitamin K yang membantu mengatur proses pembekuan darah atau koagulasi.

3. Buah Citrus

Berbagai macam buah jeruk, termasuk jeruk bali, mengandung vitamin C, folat, serta kalium yang kaya antioksidan dan anti-inflamasi. Serat larut di dalamnya juga efektif memangkas kadar kolesterol jahat.

Meski begitu, konsumsi jeruk bali sebaiknya dikonsultasikan ke dokter. Terutama jika sedang menjalani pengobatan tertentu, karena dapat memicu interaksi obat.

4. Kacang Kenari

Kenari kaya akan asam alfa-linolenat (ALA), yaitu jenis asam lemak omega-3 nabati. Studi menunjukkan bahwa rutin mengonsumsi kenari dapat menekan kadar kolesterol LDL (Low-Density Lipoprotein) atau 'kolesterol jahat', yang sering menjadi pemicu utama penyumbatan pembuluh darah.

5. Yogurt

Selain kaya kalsium dan kalium, yogurt mengandung probiotik yang berkontribusi menyeimbangkan kadar lemak atau lipid darah serta menurunkan tekanan darah. Disarankan untuk memilih yogurt yang rendah gula atau plain.

6. Oat

Makanan tinggi serat ini kaya akan magnesium dan vitamin B. Serat larut pada oat membantu menjaga stabilitas gula darah, dan mencegah lonjakan insulin yang bisa merusak pembuluh darah jika terjadi terus-menerus.

7. Ikan Berlemak

Salmon, sarden, dan makarel kaya akan EPA (eicosapentaenoic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid). Keduanya merupakan jenis asam lemak omega-3 yang dapat membuat trombosit (sel pembeku darah) menjadi tidak terlalu 'lengket'. Hal tersebut dapat meminimalkan risiko gumpalan darah yang bisa saja menyumbat di otak.

8. Protein Nabati

Kacang-kacangan seperti kacang merah dan kacang hitam merupakan sumber protein bebas lemak jenuh. Mengganti sebagian protein hewani dengan protein nabati terbukti menurunkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 19 persen.

Makanan dan Minuman Pendukung Lainnya

Selain makanan-makanan tersebut, ada pula sejumlah asupan lain yang juga memiliki efek perlidungan terhadap pembuluh darah jika dikonsumsi dengan bijak. Berikut rinciannya:

  • Kopi dan teh hijau: Kaya akan senyawa polifenol dan katekin yang bertindak sebagai antioksidan untuk mengurangi stres oksidatif atau kerusakan sel akibat radikal bebas.
  • Buah bit atau beet: Tinggi kandungan nitrat alami untuk mendukung pembentukan oksida nitrat.
  • Alpukat: Kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk fleksibilitas pembuluh darah.
  • Cokelat hitam atau dark chocolate: Mengandung flavonoid yang dapat membantu merilekskan pembuluh darah dan sedikit menurunkan tekanan darah.

Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini!



(iws/iws)









Hide Ads