Tim Reptil Asih Tabanan mengevakuasi seekor ular king cobra di Banjar Suraberata, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Bali, Minggu (24/5). Ular berukuran besar dan panjang itu masuk permukiman dan ditemukan berada di kebun pisang milik warga. Ular berbisa tinggi tersebut berjenis kelamin jantan dengan panjang mencapai 3,5 meter.
Ketua Reptil Asih Tabanan, Ni Putu Astridayanti saat dikonfirmasi Senin (25/5/2026) mengatakan proses penangkapan tidak mengalami kesulitan karena posisi ular mudah terdeteksi. Ia menjelaskan kemunculan king cobra di sekitar permukiman umumnya karena sedang mencari makan.
"Saat ini musim perkembangbiakan ular king cobra maju. Tahun lalu di bulan Juni, sekarang cenderung maju ke bulan Mei," ujar Astridayanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, dua tahun lalu, Astrid melanjutkan, ular ini lebih banyak ditemukan dan berkembangbiak pada Juli. Fenomena ini terjadi karena faktor cuaca yang tidak menentu seperti musim hujan yang saat ini masih intens terjadi di Tabanan.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak mencoba menangkap ular berbisa secara mandiri. Jika menemukan satwa berbahaya, warga diminta segera melapor kepada aparat desa atau petugas berwenang.
"Jangan bertindak sendiri atau sembarangan jika tidak memiliki keahlian," jelasnya.
Penyebaran ular king cobra di Tabanan, Astrid berujar, dominan berada di wilayah Tabanan utara dan barat seperti di Bajera, Gadungan, Kecamatan Pupuan, Baturiti, dan Penebel. Kemudian, wilayah Tabanan timur dan tengah seperti Kerambitan, serta Marga.
(hsa/hsa)










































