detikBali

Sensus Ekonomi di Karangasem Capai 68,91%, Terkendala Lokasi-Ditolak Warga

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Sensus Ekonomi di Karangasem Capai 68,91%, Terkendala Lokasi-Ditolak Warga


Sui Suadnyana, Selamat Juniasa - detikBali

Kepala BPS Karangasem, I Ketut Mondai The End, saat ditemui di Mal Pelayanan Publik (MPP) Karangasem, Jumat (24/7/2026). (Foto: I Wayan Selamat Juniasa)
Foto: Kepala BPS Karangasem, I Ketut Mondai The End, saat ditemui di Mal Pelayanan Publik (MPP) Karangasem, Jumat (24/7/2026). (Foto: I Wayan Selamat Juniasa)
Karangasem -

Progres sensus ekonomi yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Karangasem baru mencapai 68,91%. Capaian ini menjadi tertinggi keempat di Bali di bawah Buleleng, Tabanan, dan Jembrana.

Kepala BPS Karangasem, I Ketut Mondai The End, mengerahkan sebanyak 515 petugas untuk melakukan sensus ekonomi yang tersebar di delapan kecamatan. Sensus tersebut telah dilaksanakan sejak pertengahan Juni dan harus rampung pada akhir Agustus 2026.

"Sensus ekonomi tahun ini kami mendata sebanyak 196.866 usaha dan keluarga di Karangasem," kata Mondai saat ditemui setelah acara penguatan komitmen pelaksanaan sensus ekonomi di Karangasem, Jumat (24/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama pelaksanaan sensus ekonomi ke lapangan, petugas menemukan sejumlah kendala. Salah satunya soal jarak rumah warga di pelosok sehingga harus dijangkau dengan berjalan kaki cukup jauh. Petugas tetap mendatangi yang bersangkutan untuk mendapatkan data valid.

ADVERTISEMENT

Selain itu, ada juga beberapa masyarakat yang menolak kedatangan petugas dengan berbagai alasan saat hendak melakukan sensus. Mondai menilai penolakan terjadi karena masyarakat kurang paham terkait sensus ekonomi tersebut.

"Memang pertanyaan yang diajukan petugas cukup banyak dan ada yang pribadi, tetapi itu kami butuhkan untuk mengetahui gambaran secara menyeluruh terkait kondisi ekonomi di Karangasem," ujar Mondai.

Melihat persentase capaian saat ini, Mondai belum bisa menentukan kondisi ekonomi masyarakat di Karangasem. Terlebih, setelah selesai melaksanakan sensus, data yang masuk harus diolah lagi dan diklarifikasi secara menyeluruh.

"Prosesnya masih panjang. Kalau tidak ada halangan yang berarti, akhir tahun ini datanya baru bisa kami publish," jelas Mondai.

Mondai berharap masyarakat yang belum didatangi atau sebelumnya menolak untuk disensus agar menerima petugas melakukan pendataan. Ia juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk memberikan data yang akurat dan jujur. Mondai menjami kerahasiaan data warga.

Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata (Gus Par), mengatakan keberhasilan sensus ekonomi bukanlah tanggung jawab BPS semata, tetapi bersama. Menurutnya, tidak ada pembangunan yang tepat sasaran tanpa ada data yang berkualitas. Data berkualitas butuh kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Oleh sebab itu, Gus Par berharap seluruh pimpinan perangkat daerah, instansi vertikal, camat, kepala desa dan lurah untuk ikut melakukan sosialisasi ke masyarakat supaya sensus ekonomi di Karangasem berjalan dengan lancar dan data yang didapat akurat sesuai kondisi di lapangan.

"Sensus ekonomi memiliki makna yang sangat penting bagi pembangunan Bali, khususnya Karangasem, dalam mewujudkan visi Karangasem Agung. Melalui pendataan ini, kita dapat mengetahui perkembangan ekonomi masyarakat saat ini," ujar Gus Par.



(hsa/hsa)











Hide Ads