detikBali
Internasional

Kala AS Panggil Dubes Malaysia Buntut PM Anwar Ibrahim Usir Warga Israel

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026
Internasional

Kala AS Panggil Dubes Malaysia Buntut PM Anwar Ibrahim Usir Warga Israel


Novi Christiastuti - detikBali

Workers put up a Malaysian flag ahead of the 27th Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Summit at the Kuala Lumpur convention center on November 18, 2015.  Malaysia will host the 27th ASEAN summit from November 18-22.    AFP PHOTO / MANAN VATSYAYANA (Photo by MANAN VATSYAYANA / AFP)
Ilustrasi bendera Malaysia. (Foto: AFP/MANAN VATSYAYANA)
Denpasar -

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) kabarnya memanggil Duta Besar Malaysia untuk AS, Muhammad Shahrul Ikram Yaakob. Pemanggilan tersebut menyusul sikap Perdana Menteri (PM) Anwar Ibrahim yang bakal mendeportasi setiap warga Israel yang ditemukan di Malaysia.

Dilansir dari detikNews, Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia Mohamad Hasan menegaskan negaranya sudah sejak lama tidak mengakui Israel. Menurutnya, Dubes Shahrul Ikram juga telah menyampaikan kebijakan Malaysia itu kepada Departemen Luar Negeri AS.

"Itu memang sudah menjadi kebijakan Malaysia sejak lama. Kebijakan imigrasi kami tidak mengakui negara Israel atau rezim Zionis. Ini sudah lama menjadi sikap kami," ungkap Mohamad Hassan dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita resmi Malaysia, Bernama, Kamis (23/7/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada seorang individu berkewarganegaraan ganda, AS dan Israel, yang masuk ke Malaysia menggunakan paspor AS miliknya. Namun, pemeriksaan lebih lanjut mengungkap bahwa dia juga memegang kewarganegaraan Israel, sehingga kami memintanya untuk pergi," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah AS maupun Kedutaan Besar AS di Kuala Lumpur mengenai hal tersebut. Pemanggilan itu berkaitan dengan kasus program Network School di Malaysia.

Diketahui, Network School didirikan oleh seorang investor AS bernama Balaji Srinivasan. Itu merupakan komunitas 'digital nomad' atau komunitas teknologi swasta yang mengusung konsep hunian dan pembelajaran bersama.

Program tersebut menjadi sorotan tajam publik Malaysia setelah para pengguna media sosial menuding adanya peserta yang berasal dari Israel. Sebab, Malaysia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel dan lebih dikenal sebagai pendukung kuat perjuangan Palestina.

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh otoritas imigrasi Kuala Lumpur, seluruh peserta Network School memiliki dokumen perjalanan yang sah. Meski begitu, otoritas Malaysia akhirnya menghentikan program tersebut pada Selasa (21/7) waktu setempat.

PM Malaysia Bertekad Usir Warga Israel

PM Malayasia Anwar Ibrahim menegaskan negaranya tidak akan mengizinkan setiap warga negara Israel berada di negaranya. Anwar juga menegaskan setiap warga negara Israel yang ditemukan di Malaysia akan segera dideportasi.

"Jika ditemukan adanya pelanggaran, tindakan tegas harus diambil," kata Anwar.

"Jika kami menemukan warga negara Israel, kami akan segera mendeportasi mereka karena Malaysia tidak mengakui Israel," imbuhnya.

Sementara itu, delapan anggota Kongres AS bersurat kepada Menlu AS Marco Rubio untuk menyatakan kemarahan mereka atas ucapan Anwar tersebut. Mereka mendesak Departemen Luar Negeri AS untuk mengkaji kembali hubungan keamanan dan ekonomi Washington dengan Kuala Lumpur.

Anggota Kongres AS itu juga menyerukan agar Departemen Luar Negeri AS menghentikan pendanaan bagi program Pendidikan dan Pelatihan Militer Internasional untuk para personel militer Malaysia.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!



(iws/iws)











Hide Ads