detikBali

Hutan Desa Pemuteran Buleleng Terbakar Sejak Jumat, Api Masih Berkobar

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Hutan Desa Pemuteran Buleleng Terbakar Sejak Jumat, Api Masih Berkobar


Made Wijaya Kusuma - detikBali

Petugas berjibaku melakukan pemadaman api, Sabtu (18/7/2026). Foto : BPBD Buleleng
Foto: Petugas berjibaku melakukan pemadaman api, Sabtu (18/7/2026). Foto : BPBD Buleleng
Buleleng -

Kebakaran melanda kawasan Hutan Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, sejak Jumat (17/7/2026). Kebakaran tersebut belum dapat dijinakkan hingga hari ini, Sabtu (18/7/2026) sore.

Medan yang terjal, sulit dijangkau, serta vegetasi yang kering membuat kobaran api terus menjalar di kawasan perbukitan. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, mengatakan kebakaran pertama kali dilaporkan pada pukul 21.00 Wita. Api membakar hamparan rerumputan kering di beberapa titik perbukitan dan terlihat jelas dari kawasan Bukit Kursi yang berjarak sekitar 2 kilometer (km).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Api bergerak cukup cepat karena kondisi rerumputan yang kering dan pengaruh angin. Lokasi kebakaran juga berada di medan yang sulit dijangkau," kata Suyasa, Sabtu (18/7/2026)

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel TRC Regu I BPBD Buleleng bersama BPBD Provinsi Bali berangkat menuju lokasi sekitar pukul 21.30 Wita dan tiba pukul 23.00 Wita untuk melakukan pemantauan awal. Namun, upaya pemadaman belum dapat dilakukan karena kondisi gelap serta medan yang berbahaya.

ADVERTISEMENT

Keesokan harinya, operasi pemadaman dilanjutkan oleh TRC Regu II BPBD Kabupaten Buleleng bersama BPBD Provinsi Bali dan tim gabungan yang terdiri atas Polres Buleleng, Polisi Kehutanan (Polhut), TNI, Pemerintah Kecamatan Gerokgak, Pemerintah Desa Pemuteran, Satpol PP Kecamatan Gerokgak, LPHD, serta unsur terkait lainnya.

Suyasa menjelaskan pemadaman dilakukan secara manual lantaran kendaraan dan peralatan pemadam tidak dapat menjangkau titik kebakaran.

"Petugas membawa water bag dan memanfaatkan dahan pohon untuk memukul kobaran api. Tim juga dibagi menjadi dua regu agar pemadaman dapat dilakukan dari beberapa sisi sekaligus untuk menahan laju penyebaran api," ujarnya.

Hingga pukul 15.00 Wita, api masih terus berkobar dan menjalar mengikuti vegetasi kering di kawasan perbukitan. Seluruh personel gabungan masih bertahan di lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke area lain.

Suyasa menegaskan keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama selama operasi berlangsung mengingat kondisi medan yang cukup ekstrem.

"Saat ini personel TRC Regu II BPBD Kabupaten Buleleng bersama BPBD Provinsi Bali masih berada di lokasi untuk melakukan upaya pemadaman secara maksimal. Perkembangan selanjutnya akan terus kami laporkan sesuai kondisi di lapangan," pungkasnya.



(nor/nor)










Hide Ads