Kata Psikolog soal Perilaku Tak Lazim Pria Singapura Bunuh Pacar di Denpasar

Fabiola Dianira - detikBali
Sabtu, 18 Jul 2026 16:03 WIB
Situasi TKP pembunuhan perempuan berinisial AS di Pedungan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Kamis (16/7/2026). (Foto: Putu Yonata/detikBali)
Denpasar -

Pria Singapura berinisial MZ (26) ditangkap polisi setelah diduga membunuh kekasihnya, AS (26), di rumah kontrakan mereka di Pedungan, Denpasar, Bali. MZ diduga menyembunyikan jenazah kekasihnya di dalam kamar kontrakan selama lima hari.

Tak hanya itu, tersangka bahkan sempat mengajak pacar barunya ke kontrakan saat jenazah korban masih berada di dalam kamar tersebut. Polisi menyebut MZ juga menutupi jasad AS dengan karpet dan tumpukan boneka. Sontak, perilaku pria Singapura itu mendapat sorotan warganet.

Psikolog klinis, Ni Luh Putu Diah Putri Rahayu, menjelaskan perilaku tak lazim MZ tersebut. Ia menyebut seseorang yang baru melakukan tindakan kekerasan ekstrem dapat mengalami berbagai kondisi, seperti syok, penyangkalan (denial), hingga upaya menghindari kenyataan atas apa yang telah dilakukan.

"Dalam beberapa kasus, kemampuan seseorang untuk tetap menjalankan aktivitas sehari-hari setelah melakukan kekerasan bisa menunjukkan adanya hambatan dalam empati. Namun hal tersebut tidak otomatis berarti seseorang memiliki gangguan jiwa tertentu," tutur Diah saat dihubungi detikBali, Sabtu (18/7/2026).

Diah lantas menjelaskan sejumlah sudut pandang psikologi terkait tindakan MZ yang sempat mengajak pacar barunya ke kontrakan saat jenazah korban masih berada di dalam kamar itu. Menurutnya, hal itu dilakukan MZ sebagai upaya untuk memperlihatkan bahwa situasi masih berjalan normal.

"Ada beberapa kemungkinan penjelasan dari sudut pandang psikologi, misalnya adanya upaya untuk mempertahankan kesan bahwa situasi masih normal dan mengalihkan perhatian. Namun, kita perlu berhati-hati agar tidak langsung memberi label tertentu kepada pelaku," imbuhnya.

Meski begitu, Diah berujar, dibutuhkan asesmen menyeluruh untuk memastikan apakah perilaku tersebut dipengaruhi oleh karakter kepribadian tertentu atau faktor lainnya. Diketahui, hubungan antara pelaku dan korban dalam kasus ini merupakan sepasang kekasih.

WN Singapura inisial MZ ditangkap Polresta Denpasar lantaran diduga menganiaya kekasihnya inisial AS (26) di kos Kelurahan Pedungan, Denpasar. (Tangkapan layar video Instagram @polrestadenpasar)



Simak Video "Video: WN Australia Bunuh 2 Anak lalu Gantung Diri di Bali Alami Gangguan Kecemasan"


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork