47 Anak Tamat SD di Karangasem Tak Lanjut ke SMP

Sui Suadnyana, Selamat Juniasa - detikBali
Rabu, 15 Jul 2026 13:45 WIB
Foto: Kepala Disdikpora Karangasem, I Gusti Bagus Budiadnyana. (Foto: I Wayan Selamat Juniasa/detikBali)
Karangasem -

Sebanyak 47 anak tamat sekolah dasar (SD) di Karangasem tahun ini tak melanjutkan ke jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Puluhan anak itu tak melanjutkan sekolah dengan berbagai alasan.

Berdasarkan penelusuran Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem, puluhan anak tak melanjutkan pendidikan karena alasan biaya, ingin bekerja, ikut orang tua, tidak ada yang mengantar, sakit hingga memang tak mau bersekolah lagi.

"Alasan yang paling banyak kami temukan karena memang siswa tersebut sudah tidak mau sekolah lagi," ucap Kepala Disdikpora Karangasem, I Gusti Bagus Budiadnyana, Rabu (15/7/2026).

Sebanyak 47 anak tamat SD yang tidak melanjutkan ke SMP tersebar di tujuh kecamatan, yaitu Rendang 8 anak, Abang 10 anak, Bebandem 5 anak, Kubu 6 anak, Karangasem 10 anak, Manggis 3 anak, dan Selat 5 anak. Hanya tamatan SD di Kecamatan Sidemen yang seluruhnya melanjutkan ke SMP.

"Sebenarnya awalnya ada lebih dari itu yang tercatat di sistem. Namun, setelah dilakukan penelusuran, ternyata beberapa di antaranya ada yang melanjutkan ke Sekolah Rakyat, Widyalaya hingga sekolah ke luar kabupaten," ujar Budiadnyana.

Disdikpora Karangasem bersama instansi terkait akan berupaya mendatangi siswa tersebut dalam waktu dekat untuk melakukan pendekatan secara lebih intensif, baik dengan anak maupun orang tuanya.

"Kalau memang tidak ada yang antar nanti seperti apa solusinya, atau yang tidak ada biaya apa solusinya. Namun, biasanya, yang paling sulit adalah ketika siswa tersebut memang tidak mau sekolah lagi," ujar Budiadnyana.

"Kami sebenarnya ingin seluruh siswa bisa melanjutkan sekolah, tetapi jika setelah kami upayakan dengan maksimal tetap tidak ingin sekolah, ya bisa dipastikan mereka masuk data anak putus sekolah," imbuh Budiadnyana.

Budiadnyana mengungkapkan puluhan tamatan SD diketahui tidak melanjutkan ke SMP melalui sistem pendaftaran online. Menurutnya, ini menjadi keunggulan sistem online karena sudah langsung terdekteksi sistem. Walhasil, Disdikpora Karangasem bisa langsung mengetahui jumlah anak yang melanjutkan pendidikan atau tidak.

Melalui sistem itu, tutur Budiadnyana, pemerintah mewajibkan sekolah untuk mendaftarkan seluruh siswanya yang telah lulus ke jenjang yang lebih tinggi. Setelah itu, siswa wajib melakukan daftar ulang ke sekolah tujuan. Jika tidak melakukan daftar ulang, maka sistem otomatis menyatakan anak itu mengundurkan diri atau tidak melanjutkan sekolah.

Berdasarkan data sistem, total ada 7.021 anak yang lulus sekolah dasar tahun ini dan 47 di antaranya tak melanjutkan ke SMP. Anak yang telah melanjutkan pendidikan tengah menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sekolah masing-masing.



Simak Video "Video: Pelabuhan Padangbai Mulai Dipadati Pemudik Tujuan Lombok"

(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork