Sejumlah siswa yang diterima di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali di Kabupaten Karangasem, Bali, mengaku bersyukur dapat melanjutkan pendidikan. Sebagian dari mereka mengaku sempat mengurungkan niat melanjutkan sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Salah satunya Ni Luh Sintya (12), warga Desa Besakih, Karangasem. Lulusan sekolah dasar itu mengaku hampir tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP karena orang tuanya kesulitan membiayai sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sempat ada keinginan untuk tidak lanjut ke SMP karena keterbatasan biasa untuk sekolah," ujar Sintya, Selasa (14/7/2026).
Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan orang tua Sintya dan mengusulkannya menjadi peserta didik di Sekolah Rakyat. Setelah dinyatakan lolos, ia mengaku sangat bahagia karena tetap dapat mengenyam pendidikan.
"Senang dan bersyukur karena bisa lanjut sekolah bahkan bisa sampai SMA di sini," ucap Sintya.
Meski harus tinggal jauh dari orang tua, Sintya mengaku siap beradaptasi demi meraih cita-citanya. Ia berharap dapat menjalin pertemanan dengan siswa lain selama menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat.
Menurutnya, kedua orang tuanya yang bekerja sebagai buruh harian lepas sangat mendukung keputusannya bersekolah. Terlebih, orang tuanya juga masih harus memenuhi kebutuhan pendidikan dua adiknya yang masih kecil.
Hal senada juga dikatakan oleh I Ketut Deva Yasa asal Buleleng. Ia juga mengaku sangat senang bisa diterima di Sekolah Rakyat karena memang sejak awal dirinya ingin bersekolah di Sekolah Rakyat. Selain karena ingin lebih mandiri juga karena gratis sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya apapun karena mulai dari pakaian, makan, minum dan tempat tinggal disediakan.
Selain itu, faktor ekonomi juga menjadi alasan orang tuanya ingin menyekolahkan dirinya di Sekolah Rakyat. Kalau tidak dapat di Sekolah Rakyat kemungkinan dirinya juga tidak bisa lanjut ke SMP.
"Ayah hanya tukang pijat dan ibu tidak kerja, jadi saya sangat bersyukur bisa diterima bersekolah di sini," ucap Deva.
Berdasarkan pantauan, para siswa tampak antusias saat menerima seragam sekolah. Meski harus tinggal jauh dari keluarga, mereka terlihat bersemangat memulai tahun ajaran baru.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali di Karangasem menerima 163 siswa pada tahun ajaran 2026/2027. Jumlah tersebut terdiri atas 78 siswa jenjang SMA, 76 siswa SMP, dan 9 siswa SD yang berasal dari berbagai kabupaten di Bali.