detikBali

Rem Blong, Truk Tronton Picu Tabrakan Beruntun 5 Kendaraan di Jembrana

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Rem Blong, Truk Tronton Picu Tabrakan Beruntun 5 Kendaraan di Jembrana


I Putu Adi Budiastrawan - detikBali

Kondisi salah satu kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Denpasar-Gilimanuk, Sabtu (11/7/2026).
Foto: Kondisi salah satu kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Denpasar-Gilimanuk, Sabtu (11/7/2026). (Dok. Polres Jembrana)
Jembrana -

Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Insiden ini diduga kuat dipicu oleh sebuah truk tronton yang mengalami rem blong.

Peristiwa tersebut tepatnya terjadi di KM 68-69, Banjar Dangin Pangkung, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 18.30 Wita.

"Kecelakaan beruntun melibatkan satu truk tronton, dua minibus, satu mikrobus, dan satu bus," ungkap Kasat Lantas Polres Jembrana AKP I Wayan Sugianta saat dikonfirmasi detikBali, Minggu (12/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kecelakaan bermula saat kendaraan truk tronton bok sIsuzu dengan nomor polisi N 8576 UV melaju dari arah timur (Denpasar) menuju ke arah barat (Gilimanuk). Setibanya di lokasi kejadian yang merupakan jalur padat, truk tersebut tiba-tiba mengalami rem blong.

ADVERTISEMENT

Akibat kegagalan fungsi rem tersebut, pengemudi truk tronton kehilangan kendali atas kendaraannya. Truk yang melaju tak terkendali itu kemudian menabrak kendaraan di depannya, hingga memicu tabrakan beruntun yang melibatkan empat kendaraan lainnya.

Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan ini antara lain minibus Suzuki APV (B 2409 PFA), minibus Toyota Calya (E 1745 SF), mikrobus Isuzu (DK 7110 ZF), dan bus Hino (K 7922 OC). Tabrakan keras tersebut mengakibatkan kelima kendaraan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.

"Kerusakan kendaraan bervariasi, dan kerugian dalam kecelakaan masih dilakukan pendataan. Kasus kecelakaan masih kita lakukan penyelidikan," tandas Sugianta.



(hsa/hsa)










Hide Ads