Realisasi PAD Pemkab Gianyar dan Bangli 2025 Tak Capai Target

Sui Suadnyana, Aryo Mahendro - detikBali
Selasa, 30 Jun 2026 00:30 WIB
Foto: Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra menyerahkan laporan pertanggungjawaban pelaksana APBD tahun anggaran 2025 di kantor DPRD Gianyar, Senin (29/6/2026). (Dok Pemkab Gianyar).
Gianyar -

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar dan Pemkab Bangli tak mencapai target. Walhasil, PAD dua kabupaten bertetangga ini tak sesuai dengan harapan.

Khusus untuk Pemkab Gianyar, realisasi PAD 2025 meleset sebanyak Rp 110,12 miliar. Jumlah PAD 2025 yang sebelumnya ditargetkan mencapai Rp 3,29 triliun hanya terealisasi sebanyak Rp 3,18 triliun.

"Realisasi pendapatan daerah memang lebih rendah Rp 110,12 miliar lebih dibandingkan target yang ditetapkan," kata Bupati Gianyar, I Made Agus Mahayastra, dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).

Mahayastra mengatakan target realisasi pendapatan APBD Gianyar hanya 96,65%. Sebab, realisasi lain-lain PAD yang sah yang hanya mencapai 25,73%.

Meski meleset, Mahayastra masih optimis. Sebab, dibandingkan 2024, PAD 2025 meningkat sebesar Rp 205,72 miliar. Peningkatan didorong optimalisasi pendataan potensi wajib pajak baru. Begitu pula dengan komponen pendapatan lain dalam APBD Gianyar yang terealisasi 98,63 persen atau terealisasi Rp 1,99 triliun dari target sebesar Rp 2,02 triliun.

Kemudian, anggaran belanja sebesar Rp 4,26 triliun, terealisasi Rp 3,30 triliun atau 77,46%. Realisasi tersebut meliputi belanja operasi sebesar Rp 2,02 triliun, belanja modal Rp 881,52 miliar, belanja tak terduga Rp 7,61 miliar, dan belanja transfer Rp3 89,43 miliar atau mencapai 99,74% dari target.

Khusus untuk pembiayaan daerah, penerimaan pembiayaan yang direncanakan sebesar Rp 1,16 triliun hanya terealisasi Rp 324,49 miliar atau 27,91%. Sementara pengeluaran pembiayaan terealisasi sebesar Rp 175,58 miliar lebih atau 94,61% dari anggaran yang direncanakan.

"Dengan kondisi tersebut, nilai surplus defisit yang ditambah pembiayaan neto menghasilkan sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) tahun 2025 sebesar Rp 23,87 miliar lebih," jelas Mahayastra.

Mahayastra mengatakan Pemkab Gianyar mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan tahun anggaran 2025. Predikat itu diraih Pemkab Gianyar 12 kali berturut-turut.

"Penerapan standar akuntansi berbasis akrual menuntut kami untuk terus meningkatkan disiplin dan komitmen dalam pengelolaan keuangan serta aset daerah," jelas Mahayastra.



Simak Video "Video: Nissan Rugi USD 535 Juta Imbas Penjualan Menurun dan Tarif Trump"


(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork