Petugas pengolah sampah di TPS3R Negari Asri, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, meminta agar pemerintah memperhatikan kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) mereka saat bekerja. Selama ini, masker dan sarung tangan yang mereka gunakan saat bekerja diperoleh secara mandiri.
"Masker dan sarung tangan kami beli sendiri. Ini masker saya sudah cuci berkali-kali," ungkap Made Suparniati (45), salah seorang petugas pengolah sampah di TPS3R Negari Asri saat ditemui detikBali di tempatnya bekerja, Selasa (23/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
APD bagi petugas pengolah sampah sangat penting. Suparniati mengatakan kebutuhan itu sudah ia sampaikan. Namun sampai saat ini belum dipenuhi.
"Ini kami berharap sekali kebutuhan masker dan sarung tangan bisa dibantu. Sudah kami sampaikan juga dan katanya memang akan ada pengadaan untuk itu," jelasnya.
Hal serupa disampaikan juga oleh rekan Suparniati, Wayan Rimanta (56). Sebelumnya mereka pernah melakukan mogok kerja karena gaji mereka tidak diberikan tanpa kejelasan selama 2 bulan. Selain gaji Rp 1,5 juta per bulan, ia berharap APD yang menjadi kebutuhan mendasar dapat diperhatikan oleh pemerintah.
"Ini APD hanya sepatu. Kalau sarung tangan sampai rusak begini. Sampai rumah kami cuci biar bisa dipakai lagi," terangnya.
Selain Suparniati dan Rimanta, detikBali juga menemui petugas lainnya yakni Ni Wayan Sande (40) dan Nyoman Suarjana (50). Berempat, mereka menyampaikan hal yang sama dengan nada tuntutan seirama.
Petugas pengolah sampah TPS3R Negari Asri sendiri berjumlah 7 orang. Suarjana menerangkan, dulunya mereka berjumlah 8 orang. Namun ada satu yang berhenti setelah gaji sempat terhenti.
Selain APD, mereka juga membeberkan gaji yang jauh dari kebutuhan sehari-hari. Itulah mengapa mereka yang bekerja dari jam 7 pagi sampai 2 siang harus nyambi pekerjaan lain untuk membuat asap dapur tetap ngebul.
"Di sini hitungannya Rp 50 ribu per hari. Itu mengapa selain di sini kami ada yang bekerja jadi ojek, petani, dan ada yang sambil jualan. Kalau nggak begitu nggak cukup," jelas Suarjana.
Kendati demikian, mereka mengaku senang bekerja di tempat itu. Selain dekat dengan tempat tinggal mereka, pekerjaan itu juga dikatakan membantu menjaga lingkungan tetap asri.
Perbekel Desa Negari I Gusti Ngurah Bagus Mahendra menerangkan sudah mencanangkan setiap kebutuhan para petugas di TPS3R Negari Asri. Ia menerangkan, anggaran untuk pengolahan sampah sebelumnya diambilkan dari dana desa. Namun akibat efisiensi di 2026, anggaran tersebut habis untuk kebutuhan program penting lainnya seperti penanganan stunting, posyandu, ketahanan pangan, kemiskinan ekstrim, dan lainnya.
"Sehingga untuk TPS3R ini nihil. Namun bersyukur kami mendapatkan bantuan keuangan khusus (BKK) dari Pemkab Klungkung sebesar Rp 200 juta. Dana ini bisa untuk memenuhi gaji petugas sampai desember mendatang, fasilitas berupa kendaraan roda tiga, juga kebutuhan lainnya seperti APD," terang Mahendra.
Ia juga menekankan setiap kebutuhan petugas hendaknya disampaikan untuk bisa dialokasikan dalam rencana belanja. Sehingga bisa masuk dalam perencanaan, atau tidak serta merta diminta begitu saja.