Daftar Isi
Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. 1 Muharram tahun ini jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026, yang menandai awal Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Di balik keistimewaannya, terdapat sejumlah larangan yang perlu dipatuhi pada bulan Muharram. Pasalnya, Muharram termasuk salah satu bulan haram atau asyhurul hurum, yakni empat bulan suci yang dimuliakan dalam kalender Hijriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, apa saja larangan di bulan Muharram yang dianjurkan untuk dihindari oleh umat Muslim? Yuk, simak daftar selengkapnya!
Larangan di Bulan Muharram
Selain memperbanyak amal ibadah sunnah, umat Muslim dianjurkan untuk menjauhi beberapa perbuatan yang dilarang selama bulan Muharram, antara lain sebagai berikut:
1. Berperang atau Memulai Permusuhan
Pada bulan-bulan suci seperti Muharram, umat Islam dilarang memulai peperangan atau tindakan yang dapat memicu konflik, permusuhan, dan perpecahan. Para ahli berpendapat, memulai peperangan pada momen ini hukumnya haram, kecuali dalam kondisi tertentu yang dibenarkan oleh syariat.
"Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, 'Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar. Tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidil Haram, dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan fitnah lebih besar dosanya daripada pembunuhan." (QS. Al-Baqarah: 217)
2. Berbuat Zalim atau Aniaya Pada Diri Sendiri
Umat Islam dilarang melakukan segala bentuk kezaliman, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Bentuknya dapat berupa kemaksiatan, fitnah, ghibah, mengabaikan kewajiban agama, hingga berbagai tindakan yang merugikan hak dan kepentingan sesama.
Dalam ajaran Islam, makna zalim tidak terbatas pada perbuatan yang menyakiti orang lain, tetapi juga mencakup segala tindakan yang menjauhkan seseorang dari petunjuk dan jalan Allah SWT. Dengan kata lain, setiap perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain termasuk ke dalam bentuk kezaliman yang harus dihindari.
Allah SWT berfirman:
وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ...
Artinya: "...dan siapa yang dimaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya Kami akan rasakan kepadanya sebagian siksa yang pedih." (QS. Al Hajj: 25)
3. Balas Dendam
Dalam Islam, umat dianjurkan untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan mengedepankan sikap memaafkan dan berlapang dada dalam menyelesaikan perselisihan. Menahan amarah serta membuka ruang perdamaian dipandang sebagai sikap yang lebih mulia dibandingkan menyimpan dendam yang justru dapat memperpanjang konflik.
Dengan menjauhi sifat balas dendam, umat Muslim dapat menjaga kesucian bulan Muharram sekaligus mempererat tali persaudaraan, sehingga suasana menjadi lebih damai, harmonis, dan penuh kebaikan.
4. Berbuat Maksiat
Salah satu hal yang tidak dapat dipungkiri dalam kehidupan manusia adalah kecenderungan melakukan maksiat, sehingga umat Islam dianjurkan untuk senantiasa menjauhi segala bentuk perbuatan dosa.
Kemaksiatan terdiri dari beberapa bentuk, seperti berbohong, menggunjing (ghibah), menyebarkan fitnah, meninggalkan kewajiban ibadah, hingga melakukan tindakan yang merugikan orang lain.
Terlebih, kemaksiatan yang dilakukan pada bulan Muharram dipandang memiliki nilai dosa yang lebih besar, sehingga penting bagi setiap Muslim untuk lebih berhati-hati dan menjaga diri dari perbuatan yang tidak diridhai Allah.
وَجَزٰۤؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۚفَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ
Artinya: Balasan suatu keburukan adalah keburukan yang setimpal. Akan tetapi, siapa yang memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat), maka pahalanya dari Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang zalim. (Asy Syura:40)
Itulah empat larangan utama yang perlu dihindari oleh umat Islam pada bulan Muharram. Semoga informasinya bermanfaat ya, detikers!