detikBali

Bantuan Rumah untuk Korban Abrasi Pantai Monggalan Dibangun Mulai Agustus

Terpopuler Koleksi Pilihan

Bantuan Rumah untuk Korban Abrasi Pantai Monggalan Dibangun Mulai Agustus


Sui Suadnyana, Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Suasana di Rumah Deret Shanti Rahayu di Desa Sulang, Kecamatan Dawan, enin (8/6/2026). Ini adalah lokasi bantuan rumah bagi korban bencana abrasi Pantai Monggalan, Desa Kusamba, Klungkung. (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Foto: Suasana di Rumah Deret Shanti Rahayu di Desa Sulang, Kecamatan Dawan, enin (8/6/2026). Ini adalah lokasi bantuan rumah bagi korban bencana abrasi Pantai Monggalan, Desa Kusamba, Klungkung. (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Bantuan rumah untuk korban abrasi Pantai , Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, baru dibangun pada Agustus 2026. Para korban yang sudah kehilangan tempat tinggal sejak awal Januari 2026 masih harus bersabar menunggu proses pencairan anggaran.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Klungkung, I Made Jati Laksana, mengatakan target pembangunan direncanakan mulai Agustus 2026. Saat ini, ada 4 kepala keluarga yang mengajukan bantuan rumah deret dan 5 KK menginginkan bedah rumah.

"Sampai saat ini, untuk permohonan bedah rumah, prosesnya sampai review di Inspektorat. Terkait administrasi untuk permohonan rumah deret masih tahap persetujuan TAPD dan akan dirapatkan kembali pada Rabu, 10 Juni 2026," terang Laksana kepada detikBali, Senin (8/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban abrasi yang meminta bantuan akan dibangunkan rumah di lokasi Rumah Deret Shanti Rahayu, Desa Sulang, Kecamatan Dawan. Sedangkan untuk korban yang meminta bantuan bedah rumah, akan dilakukan perbaikan rumah di lokasinya saat ini.

ADVERTISEMENT

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, menjelaskan korban abrasi Pantai Monggalan yang meminta bantuan rumah deret masih akan dibangunkan, bukan menempati rumah yang sudah ada.

"Jadi bukan akan dipindahkan ke rumah deret bantuan Kemensos yang sudah ada. Kalau itu sudah penuh. Tetapi kami berikan lahan di sana untuk dibangun. Urusan pembangunan sepenuhnya PUPR. Kami hanya membantu menyediakan lahan," papar Mahajaya.

Pantauan detikBali, lokasi rumah deret sendiri cukup jauh dari Desa Kusamba. Alasan itu pula yang membuat sejumlah korban memilih menggunakan lahan sendiri atau meminjam milik keluarga.

Salah satu korban abrasi Pantai Monggalan, Wayan Galung (52), terpaksa meminjam lahan saudaranya untuk menjadi lokasi bedah rumah. Hal itu dilakukan karena menilai lokasi rumah deret terlalu jauh.

"Saya merasa lebih nyaman di sini. Jadi pakai lahan saudara dulu," terang Galung.

Galung berharap bantuan bedah rumah bisa segera terealisasi sehingga ia dan keluarga bisa segera memiliki hunian yang layak dan aman dari bencana.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads