detikBali

Heboh Baling-baling Wings Air Terlilit Kabel Tie Saat Hendak Terbang dari Bali

Terpopuler Koleksi Pilihan

Heboh Baling-baling Wings Air Terlilit Kabel Tie Saat Hendak Terbang dari Bali


Fabiola Dianira - detikBali

Penampakan kabel tie melilit salah satu bilah baling-baling pesawat Wings Air yang akan terbang dari Bali menuju NTB. (Tangkapan layar Instagram @lombokparadisereels)
Penampakan kabel tie melilit salah satu bilah baling-baling pesawat Wings Air yang akan terbang dari Bali menuju NTB. (Tangkapan layar Instagram @lombokparadisereels)
Badung -

Video yang memperlihatkan salah satu bilah baling-baling pesawat Wings Air terlilit kabel tie viral di media sosial. Pesawat tersebut ternyata hendak melayani penerbangan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, menuju Nusa Tenggara Barat (NTB).

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, buka suara terkait video viral tersebut. Danang mengatakan komponen yang terlihat pada video bukan merupakan indikasi kerusakan pada baling-baling pesawat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengikat yang tampak pada bilah baling-baling digunakan untuk mengamankan sementara salah satu lapisan pelindung (deicer) yang mengalami sedikit perubahan posisi," ujar Danang dalam keterangannya, Minggu (31/5/2026).

Berdasarkan video yang direkam salah satu penumpang, terlihat kabel tie putih melilit salah satu bilah baling-baling pesawat. Tampak pula lapisan berwarna hitam menyerupai perekat pada bagian tersebut. Sontak, penampakan kabel tie melilit baling-baling pesawat itu menuai berbagai reaksi warganet.

ADVERTISEMENT

Danang menjelaskan lapisan pelindung tersebut berfungsi membantu melindungi baling-baling dalam kondisi operasional tertentu dan bukan merupakan struktur utama yang menghasilkan daya dorong pesawat. Penggunaan pengikat sementara tersebut, dia berujar, telah sesuai pedoman perawatan pesawat.

"Prosedur tersebut telah diatur secara jelas oleh pabrikan pesawat sesuai Aircraft Maintenance Manual dan hanya dapat dilakukan oleh teknisi berlisensi yang berwenang sesuai pedoman perawatan yang berlaku," imbuhnya.

Setelah pemasangan pengikat, Danang melanjutkan, teknisi wajib melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan seluruh komponen berfungsi normal. Teknisi juga memastikan pengikat sementara itu tidak mengganggu pergerakan maupun kinerja baling-baling dan sistem pesawat secara keseluruhan.

"Dalam dunia penerbangan, penggunaan pengikat pada komponen tertentu dapat menjadi bagian dari prosedur perawatan yang telah ditetapkan pabrikan, dilakukan secara terukur, serta melalui proses pemeriksaan dan verifikasi yang ketat," imbuhnya.

Danang menegaskan setiap pesawat Wing Air menjalani program perawatan secara terjadwal maupun tidak terjadwal sesuai standar yang ditetapkan pabrikan, regulator, dan industri penerbangan. Selain itu, pemeriksaan juga rutin dilakukan sebelum keberangkatan, saat transit, maupun pada tahapan operasional lainnya.

"Pesawat tidak akan dioperasikan apabila tidak memenuhi persyaratan keselamatan, keamanan, dan kelaikudaraan. Setiap keputusan untuk menerbangkan pesawat didasarkan pada hasil pemeriksaan teknis yang menyeluruh oleh personel yang berwenang sesuai prosedur yang berlaku," pungkasnya.



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads
LIVE