Kepala sapi kurban presiden Prabowo Subianto harus ditutup kain saat akan disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) Kaliunda, Klungkung, Bali, Kamis (28/5/2026) pagi. Hal ini dilakukan untuk menjaga agar hewan kurban seharga Rp 60 juta itu tidak mengamuk dan mencelakai orang di sekitar. Apalagi di momen penyerahan secara simbolis yang dilakukan oleh Bupati Klungkung I Made Satria.
Pemiliknya, I Nyoman Budi Arsa (25), mengatakan jika sapi jantan yang ia besarkan itu memang galak. Jika tidak ditutup dengan kain, sapinya dipastikan akan mengamuk. Ia khawatir, jangan sampai kejadian sapi kurban mengamuk dan lepas kendali di Gilimanuk terulang di Klungkung. Terlebih ini sapi kurban presiden.
"Karakternya memang galak. Kalau tidak ditutup takut menyentuh orang. Nanti bahaya," kata Arsa kepada detikBali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penutupan bagian kepala atau lebih tepatnya mata sapi dilakukan sebelum menaikkan sapi ke atas mobil pikap. Saat dinaikkan, Arsa mengatakan sapi berbobot 600 kilogram itu menurut. "Karena itu sudah ditutup," imbuhnya.
Arsa sendiri terlihat murung di RPH Kaliunda. Ia mengungkapkan perasaan sedihnya saat akan berpisah dengan sapi yang ia rawat hampir empat tahun itu. Arsa bahkan tidak sanggup melihat sapinya dipotong.
"Sedih. Oh, nggak sanggup saya melihatnya dipotong," kata Arsa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Di tempat yang sama, dokter hewan Puskeswan Klungkung drh AA Gde Darma Putra menjelaskan jika sapi yang sudah lama dibesarkan di kandang, akan cenderung berisiko ketika dibawa ke tempat baru. Apalagi jika tempat tersebut dipenuhi banyak orang.
"Selama ini di kandang tidak pernah melihat banyak orang. Jadi di sini bisa ngamuk kalau matanya tidak ditutup. Seperti banyak kejadian, kayak di Gilimanuk itu," papar Darma yang bersiap memeriksa kondisi organ hewan kurban setelah dipotong.
Sebelum disembelih, sapi kurban presiden itu secara simbolis diserahkan Bupati Klungkung I Made Satria pada pengurus Masjid Hasanudin. Selanjutnya hewan kurban itu akan dipotong dan dagingnya dibagikan kepada warga.