detikBali

Makam Kampung Lebah Klungkung yang Kini Serapi Kuburan Elite

Terpopuler Koleksi Pilihan

Makam Kampung Lebah Klungkung yang Kini Serapi Kuburan Elite


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Seorang peziarah menaburkan bunga di pusara keluarganya, di pemakaman kampung islam Lebah, Klungkung, Bali, Rabu (27/5/2026).
Seorang peziarah menaburkan bunga di pusara keluarganya, di pemakaman kampung islam Lebah, Klungkung, Bali, Rabu (27/5/2026). (Foto: Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Suasana ziarah Hari Raya Idul Adha 1447 H di Pemakaman Kampung Islam Lebah, Semarapura Klod Kangin, Klungkung, Bali, menghadirkan pemandangan yang berbeda dari area pemakaman pada umumnya. Di tengah ratusan peziarah yang datang membawa kantong bunga tabur, kompleks makam itu justru tampak estetik dan tertata rapi layaknya pemakaman elite di kota-kota besar.

Hamparan rumput golf hijau segar membentang menutupi area makam seluas sekitar 10 are atau 1.000 meter persegi. Penataan makam dibuat berblok-blok sehingga setiap sudut terlihat bersih dan teratur.

Di sela-sela pusara, pohon jepun dan bonsai berjajar di ujung setiap blok makam. Pemandangan itu semakin indah dengan latar alam Klungkung. Di sisi timur tampak jajaran perbukitan dan Gunung Agung, sedangkan di sisi barat terlihat bentangan biru Selat Nusa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang peziarah asal Kampung Lebah, Mustofa Shodiq (40), mengaku bersyukur dengan perubahan wajah makam tersebut. Sambil menaburkan bunga di atas pusara keluarganya, ia menyebut kenyamanan peziarah kini meningkat drastis dibanding sebelumnya.

ADVERTISEMENT

"Ziarah kubur ini merupakan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk mengingatkan kita pada kematian. Dulu makam ini tidak seperti ini, terkesan berantakan. Sekarang setelah ditata rapi, peziarah jadi sangat nyaman," tutur Mustofa kepada detikBali, Rabu (27/5/2026).

Menurut Mustofa, meski tampil rapi dan terawat, warga tidak dipungut biaya perawatan rutin. Pengelola hanya menyediakan kotak amal bagi peziarah yang ingin memberikan sumbangan sukarela.

Karena luas area makam terbatas, sebagian warga juga menyatukan makam anggota keluarganya dalam satu pusara.

"Jadi di sini ada yang suami-istri jadi satu makam. Karena memang lahannya tidak besar," papar Mustofa.

Kerapian area makam itu, lanjut Mustofa, membuat warga kini lebih rajin datang berziarah. Jika sebelumnya makam hanya ramai saat Idul Fitri atau Idul Adha, kini hampir setiap hari selalu ada peziarah yang datang.

"Sekarang hampir setiap hari ada saja yang datang berziarah, apalagi kalau hari Jumat, suasananya selalu ramai," pungkasnya.

Berawal dari Gerakan Relawan

Penjaga sekaligus pemegang kunci Pemakaman Kampung Islam Lebah, Rusdan (52), menuturkan kondisi makam yang asri itu tidak didapat secara instan. Sebelum 2023, area pemakaman tersebut sempat terlihat semrawut seperti makam kampung pada umumnya.

"Awalnya pada 2023 lalu, saya mencoba mengajak sekitar 10 orang warga untuk bergerak sebagai relawan. Kami ingin makam ini lebih rapi dan nyaman untuk peziarah," ujar Rusdan saat ditemui detikBali di lokasi.

Dengan modal awal yang minim, penataan makam mulai dilakukan secara bertahap. Rusdan menyebut tahap pertama hanya mengandalkan dana Rp 3,5 juta untuk membeli rumput golf seharga Rp 50 ribu per meter persegi. Saat itu, anggaran tersebut hanya cukup untuk mempercantik Blok A.

Perubahan drastis pada Blok A rupanya menarik perhatian warga lain. Mereka yang memiliki makam keluarga di blok berbeda mulai ikut menyumbang secara sukarela agar area makam kerabatnya juga dirapikan.

Berkat gotong royong warga, seluruh area makam kini telah tertutup rumput golf. Jika dihitung berdasarkan harga rumput Rp 50 ribu per meter persegi, total biaya pengadaan rumput untuk lahan seluas 1.000 meter persegi itu diperkirakan mencapai Rp 50 juta.

Jadi Tempat Ziarah Sekaligus Berswafoto

Kini, wajah baru Pemakaman Kampung Islam Lebah menghadirkan suasana berbeda bagi para peziarah. Area makam tak lagi hanya menjadi tempat memanjatkan doa dan melepas rindu kepada keluarga yang telah meninggal dunia.

Tidak sedikit peziarah yang memanfaatkan suasana asri tersebut untuk berfoto bersama keluarga dengan latar area makam dan panorama alam Klungkung.

Rusdan mengatakan gerbang makam dibuka setiap hari. Ia juga menyiapkan petugas khusus untuk menyapu dan merawat rumput agar area pemakaman tetap bersih.

Dengan perawatan rutin itu, warga yang datang berziarah dipastikan selalu mendapati pusara keluarganya dalam kondisi bersih, tak hanya saat hari besar keagamaan seperti Idul Adha.




(dpw/dpw)










Hide Ads