detikBali

Puasa Arafah 2026 Apakah Harus Bersamaan dengan Wukuf di Arafah?

Terpopuler Koleksi Pilihan

Puasa Arafah 2026 Apakah Harus Bersamaan dengan Wukuf di Arafah?


Devie Vyatri Permata Cahyadi - detikBali

Ornamental Arabic lantern with burning candle glowing at night background. Festive greeting card, invitation for Muslim holy month Ramadan Kareem.
Ilustrasi puasa. Foto: Getty Images/Choreograph (Konstantin Yuganov)
Denpasar -

Idul Adha dirayakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah setiap tahun Hijriah. Satu hari sebelumnya, yakni tanggal 9 Dzulhijjah juga dikenal sebagai Hari Arafah.

Pada hari tersebut, umat Islam yang tidak melaksanakan wukuf sebagai rangkaian ibadah haji, melainkan melaksanakan sebuah puasa sunnah Arafah. Idul Adha 1447 H/2026 jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Maka, puasa Arafah bisa dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026.

Mempertimbangkan hal tersebut, apakah puasa Arafah akan selalu bersamaan dengan waktu Wukuf yang dilakukan di Padang Arafah? Simak dalam artikel berikut ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimana Dalil Tentang Puasa Arafah?

ADVERTISEMENT

Puasa Arafah tanggal 9 Dzulhijjah adalah puasa sunnah yang memiliki keutamaan berupa dihapusnya dosa selama setahun. Puasa sunnah ini telah dilakukan sejak masa Nabi Muhammad.

عَنْ مَيْمُونَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا قَالَتْ إِنَّ النَّاسَ شَكُّوا فِى صِيَامِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَرَفَةَ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ مَيْمُونَةُ بِحِلاَبِ اللَّبَنِ وَهُوَ وَاقِفٌ فِى الْمَوْقِفِ فَشَرِبَ مِنْهُ وَالنَّاسُ يَنْظُرُونَ إِلَيْهِ [رواه البخارى ومسلم].

Artinya: Dari Maimunah istri Nabi saw (diriwayatkan) bahwa ia berkata: Orang-orang saling berdebat apakah Nabi berpuasa pada Hari Arafah. Lalu Maimunah mengirimkan pada beliau satu wadah (berisi susu) dan beliau dalam keadaan berdiri (Wukuf), lantas beliau minum dan orang-orang pun menyaksikannya (HR. Bukhari dan Muslim).

عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ بِنْتِ الْحَارِثِ أَنَّ نَاسًا تَمَارَوْا عِنْدَهَا يَوْمَ عَرَفَةَ فِى صَوْمِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ هُوَ صَائِمٌ . وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَيْسَ بِصَائِمٍ . فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِقَدَحِ لَبَنٍ وَهُوَ وَاقِفٌ عَلَى بَعِيرِهِ فَشَرِبَهُ [رواه البخارى ومسلم].

Dari Ummu Al-Fadl binti Al-Harits (diriwayatkan) bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada Hari Arafah tentang puasa Nabi, sebagian mereka mengatakan: Beliau berpuasa. Sebagian lainnya mengatakan: Beliau tidak berpuasa. Lalu Ummu Al-Fadl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya (HR. Bukhari dan Muslim).

Dua hadits di atas memberi kita hikmah tentang Puasa Arafah. Puasa sunnah ini telah dilaksanakan sejak lama bahkan sebelum Nabi Muhammad melaksanakan haji. Sebagai pengingat, Nabi Muhammad hanya melaksanakan haji satu kali yakni Haji Wada di tahun terakhir kenabiannya. Kedua, orang yang wukuf tidak perlu bahkan sebagian mengatakan tidak dianjurkan untuk puasa. Terlihat dari hadits yang menunjukkan kondisi Nabi Muhammad yang sedang wukuf dan meminum susu pemberian istrinya.

Apakah Harus Bersamaan dengan Wukuf di Arafah?

Penentuan tanggal dalam Kalender Hijriah mengacu pada prosesi rukyatul hilal maupun hisab, termasuk pada momen Idul Adha. Pengamatan hilal atau bulan baru yang muncul sesaat sebelum matahari terbenam ini dapat memungkinkan adanya perbedaan pelaksanaan Idul Adha.

Perbedaan penentuan Idul Adha ini pernah terjadi pada 2022 lalu. Ketika itu Arab Saudi menetapkan 10 Dzulhijjah atau Idul Adha jatuh pada 9 Juli 2022 sedangkan pemerintah Indonesia menetapkan pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Adanya penentuan tanggal berbeda ini berdampak juga pada Puasa Arafah. Apakah Umat Islam harus mengikuti Puasa Arafah sesuai dengan Wukuf 9 Dzulhijjah di Saudi? Menurut Syekh Sulaiman Al-Jamal yang dikutip dari laman NU online, mengatakan bahwa penetapan tersebut bergantung pada daerah setempat.

Apabila suatu tempat telah melihat hilal dan tempat lain yang jauh darinya belum melihat, maka bulan baru telah berlaku dan dengan demikian mengikuti pula kewajiban ibadah seperti puasa atau Id. Ketentuan ini berlaku untuk Puasa Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha.

Umat Islam yang hendak melakukan Puasa Arafah sebaiknya mengikuti pemberlakuan tanggal Kalender Hijriah sesuai dengan yang terjadi di wilayah masing-masing.

Demikian ulasan mengenai Puasa Arafah dan waktu Wukuf. Semoga bermanfaat!




(nor/nor)










Hide Ads