BUPDA Intaran Ingin Pertahankan 80 Hektare Lahan Subak yang Tersisa

Maria Christabel DK - detikBali
Jumat, 08 Mei 2026 21:05 WIB
Kondisi lahan subak Prapat Beris, Sanur Kauh, Denpasar, Bali, Jumat (8/5/2026). (Foto: Maria Christabel DK/detikBali)
Denpasar -

Bhaga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) Intaran ingin mempertahankan 80 hektare lahan subak yang tersisa di Prapat Beris, Sanur Kauh, Denpasar. Lahan milik Desa Adat Intaran ini masih difungsikan untuk kegiatan pertanian.

"Subak Intaran Barat dan Subak Intaran Timur yang produktif sekitar 80 hektare. Kami ingin membangkitkan lagi pertanian sebagai ketahanan pangan," ujar Ketua BUPDA Intaran Anak Agung Ketut Gede Aryateja kepada detikBali, Jumat (8/5/2026).

Aryateja menegaskan bahwa lahan subak tersebut murni untuk pertahanan pangan yang berbeda dengan subak pariwisata. Menurutnya, jenis tanaman, sistem pengairan, hingga pola tanam di lahan pertanian itu mengikuti tradisi subak.

"Misal kami dapat tahun genap, subak di Desa Adat Intaran dalam satu minggu dapat lima hari untuk air. Sisa dua hari untuk pengairan desa tetangga. Begitupun tahun berikutnya, nanti desa kami hanya dapat dua hari, lima harinya mereka," jelas Aryateja.

Aryateja mengakui masifnya pembangunan menjadi tantangan tersendiri bagi sektor pertanian di Bali saat ini. Ia ingin meyakinkan para pemilik tanah untuk tidak melakukan alih fungsi lahan.

"Ini kami baru mulai. Karena kami cari model di daerah lain supaya bisa mempertahankan 80 hektare sawah tersebut. Langkah pertama mungkin menyerap hasil panen," imbuh Aryateja.



Simak Video "Video: Hina Perayaan Nyepi di Bali, Bule Swiss Diciduk Polisi"

(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork