Angka pengangguran di Kota Denpasar, Bali, menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan. Pada 2026, angka pengangguran tercatat sebesar 1,41 persen, turun dari 2,11 persen pada tahun sebelumnya.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyebut capaian ini sebagai sinyal positif bagi kondisi pasar kerja di ibu kota Provinsi Bali tersebut. Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai dinamika global, termasuk situasi geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi berdampak pada sektor ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu sudah cukup rendah sekali. Kami juga lihat situasi global di Timur Tengah dan kami antisipasi. Kami tugaskan Bu Kadis untuk membuat kegiatan job fair," terang Arya Wibawa saat kegiatan May Day 2026 di Pantai Sidakarya, Jumat (1/5/2026).
Ia menambahkan, Pemkot Denpasar berencana menggelar job fair sebanyak dua kali sepanjang 2026, dengan mempertimbangkan perkembangan anggaran dan kondisi ekonomi ke depan.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi (Disnaker) Kota Denpasar I Gusti Ayu Ngurah Raini menjelaskan bahwa penurunan angka pengangguran didorong oleh meningkatnya investasi dan pertumbuhan usaha baru di Denpasar.
"Semua itu karena investasi, kemudian banyak pembangunan infrastruktur di Denpasar, banyak usaha-usaha baru yang ditunggu," ujar Raini.
Selain itu, peningkatan kualitas tenaga kerja juga menjadi fokus pemerintah. Berbagai program pelatihan dan peningkatan keterampilan terus digencarkan, terutama di sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
"Kami kan di pariwisata ya, jadi Dinas Pariwisata sudah upgrading skill pekerja, supaya mereka tetap berpotensi di tempat kerja, yang diharapkan kemungkinan PHK kecil," jelas Raini.
Targetkan Cakupan Jamsos 54,28 Persen Tahun Ini
Disnaker Kota Denpasar menargetkan cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja di Kota Denpasar mencapai 54,28 persen pada 2026. Saat ini, cakupan tersebut masih berada di angka 49 persen.
"Kami ada program bukan hanya untuk pekerja penerima upah tapi juga pekerja bukan penerima upah, yaitu jaminan sosial ketenagakerjaan termasuk pekerja rentan, pekerja mandiri," ungkap Raini.
Untuk menjaga hubungan industrial yang harmonis, pemerintah juga mengoptimalkan peran Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit sebagai wadah komunikasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.
Ia mendorong penyelesaian masalah secara bipartit terlebih dahulu. Jika belum tuntas, baru dilanjutkan ke tripartit hingga jalur hukum.
Gandeng Hampir 100 Badan Usaha
Disnaker Kota Denpasar adakan acara May Day 2026Kota Denpasar menggelar peringatan May Day 2026 dengan melibatkan sekitar 100 perusahaan dan diikuti total 1.500 peserta. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah juga memberikan penghargaan kepada tiga perusahaan dengan hubungan industrial terbaik, yakni PT Urban Beauty Indonesia, PT Bali Hai Cruise, dan PT Mitrasari Hotel Development.
"Tahun lalu kita di Pantai Mertasari, kolaborasi seluruh masyarakat juga. Tahun ini kita adakan di Pantai Sidakarya Muntig Siokan melibatkan hampir 100 lebih perusahaan di Kota Denpasar," ujar Arya Wibawa.
Berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan acara, mulai dari aksi bersih pantai, penanaman pohon ketapang dan mangrove, donor darah, bazar kuliner, hingga pentas kreativitas pekerja. Momentum May Day 2026 di Kota Denpasar memberi warna berbeda.
Menurut Arya Wibawa, perayaan Hari Buruh yang diidentikkan dengan aksi turun ke jalan. Namun, Pemkot Denpasar memilih untuk mengadakan kegiatan kolaborasi dengan perusahaan di Kota Denpasar.
"Pelaksanaan Hari Buruh atau May Day sedunia itu yang cenderung dilakukan untuk melakukan turun ke jalan, itu kami sudah mampu kolaborasikan dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Denpasar ini untuk menampilkan kegiatan-kegiatan seni seperti ini. Ini yang kami harapkan kembangkan ke depan," kata Arya Wibawa.