detikBali

Pecalang Jimbaran Jaga Tempat Sampah Sampai Subuh, 20 Pembuang Liar Terciduk

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pecalang Jimbaran Jaga Tempat Sampah Sampai Subuh, 20 Pembuang Liar Terciduk


Fabiola Dianira - detikBali

Pecalang di Jimbaran memasang spanduk larangan membuang sampah di wilayah Jimbaran, Rabu (6/5/2026). (Dok. Pecalang Desa Adat Jimbaran)
Foto: Pecalang di Jimbaran memasang spanduk larangan membuang sampah di wilayah Jimbaran, Rabu (6/5/2026). (Dok. Pecalang Desa Adat Jimbaran)
Badung -

Aksi pembuangan sampah sembarangan marak terjadi di kawasan Jimbaran, Badung. Bahkan, puluhan orang kedapatan membuang sampah liar di sejumlah titik di wilayah tersebut.

Sekretaris Pecalang Desa Adat Jimbaran, I Wayan Bira menceritakan, awalnya ia menaruh dua kantong sampah yang telah dipilah di depan rumahnya yang berada di kawasan perbatasan Kedonganan-Jimbaran untuk menunggu jadwal pengangkutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, menurutnya, sampah tersebut kemudian memicu warga lain ikut membuang sampah di lokasi yang sama hingga akhirnya menumpuk.

"Pas saya tinggal waktu itu keluar, dua hari saya keluar sama istri, jalan-jalan gitu pas pulangnya itu ternyata sudah numpuk. Nah itu kan kemungkinan mereka lihat sampah dibuang gitu saja di jalan, gitu," ujarnya saat dihubungi, Kamis (7/5/2026).

ADVERTISEMENT

Untuk mengungkap pelaku, pecalang bersama lurah, bendesa adat, kelian banjar, hingga prajuru desa melakukan penjagaan sejak Senin (4/5/2026) hingga Rabu (6/5/2026).

"Kami coba berjaga supaya bisa menangkap siapa pelaku yang sebenarnya," imbuhnya.

Penjagaan dilakukan di dua titik pembuangan liar. Selain di sekitar rumah Bira, 20 meter dari situ terdapat kawasan Lotus juga sering dijadikan tempat pembuangan liar.

Selama penjagaan berlangsung, sedikitnya sekitar 20 orang kedapatan membuang sampah sembarangan. Ia mengaku kebanyakan pelaku justru berasal dari luar Jimbaran.

"Kalau total dari tanggal 4 itu hampir sekitar 20 orang yang ketahuan lewat. Belum yang belum sempat saya interogasi karena mereka buang sampah dari motor lalu langsung lari," katanya.

Ia menyebut waktu paling rawan terjadi pembuangan sampah liar berada pada dini hari hingga pagi hari, terutama pukul 03.00 Wita hingga 05.00 Wita.

"Jam-jam rawan itu memang dari jam 3 sampai jam 5 pagi. Alasannya kebanyakan mau ke pasar," ungkapnya.

Pelaku yang berhasil dihentikan dan diinterogasi diminta untuk membawa kembali sampah tersebut dan membuangnya ke tempat pembuangan resmi di Kuari, Jimbaran yang telah disediakan desa adat.

Saat ini lokasi pembuangan liar tersebut telah dibersihkan dan dipasangi spanduk larangan membuang sampah sembarangan. Pihak desa berharap masyarakat bisa lebih sadar kebersihan dan aturan adat terkait sampah dapat diperketat agar memberikan efek jera.

"Tindakan pembiaran inilah yang menyebabkan jadinya sampah menumpuk. Di samping itu juga kalau saya pribadi sih, agar hukum, terutama hukum adat, hukum desa masing-masing, bisa dipertegas biar ada efek kira gitu," tegasnya.



(nor/nor)









Hide Ads