Bupati Klungkung I Made Satria melakukan perombakan besar-besaran di jajaran birokrasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung. Sebanyak 132 pejabat administrator hingga pengawas dilantik di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Selasa (5/5/2026).
Menariknya, Satria menegaskan pelantikan ini hanyalah permulaan. Ia memberi sinyal kuat akan adanya mutasi susulan dalam waktu dekat. "Ini merupakan gelombang pertama. Saya katakan ini gelombang pertama, karena akan ada gelombang-gelombang berikutnya," tegas Satria dalam sambutannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bupati Satria mengungkapkan bahwa selama satu tahun tiga bulan menjabat, terus melakukan evaluasi terhadap kinerja aparatur sipil negara (ASN) di Klungkung. Ia mengaku masih menemukan adanya pelayanan yang tidak cekatan dalam merespons keluhan warga.
"Saya masih melihat, menyaksikan, (pelayanan) lelet dan kurang gercep (gerak cepat) dalam melayani apa yang menjadi keluhan masyarakat," cetusnya.
Ia pun meminta para pejabat yang baru dilantik untuk segera keluar dari zona nyaman. Satria mengingatkan agar ASN membuang jauh-jauh ego sektoral yang selama ini menghambat koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Buang ego sektoral, buang ego 'tugas saya sudah selesai, kenapa saya harus membantu yang lain'. Kita butuh kinerja kolaboratif. Tidak ada satu orang pun di Klungkung ini yang bisa hebat sendirian," imbuhnya.
Ambisi besar Satria dalam mutasi ini adalah memacu pertumbuhan ekonomi dan menekan angka kemiskinan. Ia merasa miris Klungkung masih menyandang predikat sebagai salah satu kabupaten termiskin di Bali, padahal memiliki potensi besar.
"Agar tidak terus menyandang kabupaten termiskin di Bali. Wilayah kita memang kecil, tapi potensi kita sangat besar. Mari kita berlari cepat. Jangan asyik di zona nyaman. Lakukan inovasi, out of the box," ajaknya.
Di hadapan para pejabat, Satria juga mengingatkan hakikat seorang pemimpin adalah sebagai pelayan masyarakat, bukan sosok yang minta dihormati berlebihan.
"Titiang (saya) adalah buruh outsourcing lima tahunan. Bukan pejabat yang harus dihormati. Kita ini pelayan masyarakat, bukan pejabat yang ongkang-ongkang kaki," tuturnya.
Di akhir sambutan, Satria menekankan pentingnya integritas. Ia memberikan peringatan keras bahwa jabatan ini bisa bergeser sewaktu-waktu jika kinerja tidak menunjukkan perubahan nyata.
"Tidak ada toleransi bagi perilaku yang mencoreng kepercayaan publik," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Klungkung Ida Bagus Wirawan Adiputra menerangkan pejabat yang diambil sumpahnya meliputi 75 Pejabat Administrator, 55 Pejabat Pengawas, 1 Kepala Puskesmas, dan 1 Pejabat Fungsional Ahli Madya.
"Jadi mutasi kali ini, ada yang dirotasi, ada yang promosi. Porsinya hampir sama dari 132 ini," terang Wirawan.