detikBali
Internasional

Tak Puas dengan Proposal Damai Iran, Trump Sebut AS Punya 2 Opsi

Terpopuler Koleksi Pilihan
Internasional

Tak Puas dengan Proposal Damai Iran, Trump Sebut AS Punya 2 Opsi


Yogi Ernes - detikBali

WASHINGTON, DC - APRIL 30: U.S. President Donald Trump speaks during an executive order signing in the Oval Office of the White House on April 30, 2026 in Washington, DC. President Trump signed multiple executive orders including one to expand retirement account access for workers. (Photo by Andrew Harnik/Getty Images)
Presiden AS Donald Trump. (Foto: Andrew Harnik/Getty Images)
Denpasar -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak puas dengan proposal damai terbaru yang dikirimkan Iran. Trump menyebut AS kini memiliki dua pilihan dalam mengakhiri perang dengan Iran.

"Ada beberapa pilihan," kata Trump dikutip dari detikNews, Sabtu (2/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pilihan pertama, Trump berujar, AS akan menyerang Iran habis-habisan dan menghancurkan negara tersebut. Sementara pilihan kedua ialah mengakhiri perang melalui jalur negosiasi.

"Apakah kita ingin langsung membombardir mereka habis-habisan dan menghancurkan mereka selamanya? Atau apakah kita ingin mencoba mencapai kesepakatan? Itulah pilihannya," ujar Trump.

ADVERTISEMENT

Trump mengungkapkan AS akan tetap mengedepankan pilihan nomor dua untuk mengakhiri perang lewat jalur perundingan. "Secara kemanusiaan, saya lebih memilih untuk tidak melakukannya," imbuhnya.

Diketahui, negosiasi perdamaian Iran dan AS sempat terhenti. Iran kemudian mengirimkan proposal terbaru untuk memulai negosiasi lanjutan dengan AS.

"Republik Islam Iran menyampaikan teks proposal negosiasi terbarunya kepada Pakistan, sebagai mediator dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat, pada Kamis malam," bunyi keterangan kantor berita Republik Iran, IRNA, Jumat (1/5).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan panggilan telepon dengan rekan-rekannya dari Arab Saudi, Qatar, Turki, Irak, dan Azerbaijan pada Jumat. Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan percakapan tersebut membahas inisiatif terbaru Republik Islam untuk mengakhiri perang.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!




(iws/iws)










Hide Ads