detikBali

Korban Gigitan Anjing Diduga Rabies di Banyuning Buleleng Bertambah

Terpopuler Koleksi Pilihan

Korban Gigitan Anjing Diduga Rabies di Banyuning Buleleng Bertambah


Sui Suadnyana, Wijaya Kusuma - detikBali

Ilustrasi digigit anjing.
Foto: Ilustrasi digigit anjing. (Getty Images/iStockphoto/dimid_86)
Buleleng -

Korban gigitan anjing diduga terinfeksi rabies di Kelurahan Banyuning, Buleleng, bertambah satu orang. Korban kali ini merupakan anak berusia 11 tahun yang digigit saat tengah bermain di sekitar rumahnya.

Peristiwa itu terjadi di kawasan BTN Grahadi Teras, Minggu (26/4/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Korban kala itu sedang bermain. Tiba-tiba seekor anjing liar hitam datang dan langsung menggigit bagian kakinya. Kejadian mendadak itu sempat membuat warga sekitar panik.

"Korban sedang bermain, lalu tiba-tiba anjing liar yang memiliki anak datang dan langsung menggigit di bagian kaki," ujar Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Kelurahan Banyuning, Putu Novi Mahendra, saat dikonfirmasi, Senin (27/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng untuk mendapatkan penanganan medis, termasuk vaksinasi.

ADVERTISEMENT

Menindaklanjuti kejadian itu, Tim Siaga Rabies (Tisira) Kelurahan Banyuning bersama Dinas Pertanian dan Peternakan Buleleng langsung turun ke lokasi. Petugas melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan warga serta berupaya menangani anjing liar yang berpotensi membahayakan.

Novi juga menyoroti prosedur penanganan di fasilitas kesehatan. Menurutnya, dalam beberapa kasus, warga harus menunggu observasi terhadap anjing sebelum mendapatkan vaksin sehingga banyak yang memilih langsung ke rumah sakit melalui jalur mandiri.

"Karena situasinya darurat, masyarakat berharap bisa langsung mendapatkan vaksin. Namun, karena harus menunggu observasi, akhirnya banyak yang memilih jalur mandiri dan membayar sendiri," kata Novi.

Sebelumnya, kasus gigitan anjing diduga rabies menimpa 18 warga di Kelurahan Banyuning. Novi mengungkapkan kasus disebut sudah tertangani. Meski begitu, anjing yang menggigit belum ditemukan. Upaya pencarian anjing liar itu masih terus dilakukan dengan penyisiran yang diperluas hingga ke wilayah Penarukan.

"Penyisiran dilakukan sampai malam hari, melibatkan Tim Tisira, kepolisian, dan pihak kelurahan. Ke depan juga akan dilakukan vaksinasi serta eliminasi anjing liar," jelas Novi.




(hsa/hsa)










Hide Ads