Kasus gigitan anjing diduga rabies terjadi di Kelurahan Banyuning, Buleleng, Kamis (23/4/2026). Sebanyak 18 warga dilaporkan menjadi korban dan telah mendapatkan penanganan medis.
Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Sucipto, mengatakan seluruh korban sudah menerima vaksin anti rabies (VAR). Penanganan dilakukan di Puskesmas Buleleng 3, Puskesmas Buleleng 1, serta Rumah Sakit Giri Emas.
"Total ada 18 pasien korban gigitan anjing terduga rabies. Seluruhnya sudah mendapat VAR dan tidak ada yang masuk kategori risiko tinggi," ujar Sucipto saat dikonfirmasi, Jumat (24/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, tutur Sucipto, tim medis bersama aparat desa masih melakukan penelusuran terhadap anjing yang diduga menggigit warga. Masyarakat juga diimbau segera melapor jika menemukan anjing dengan ciri serupa.
Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Kelurahan Banyuning, Nyoman Nopi Mahendra, menjelaskan kejadian bermula dari laporan warga melalui media sosial. Setelah ditelusuri, insiden gigitan terjadi sejak pagi hingga malam hari.
"Awalnya dari postingan warga, kemudian kami cross-check. Kejadiannya sekitar jam 08.00 Wita dan terus meningkat sampai malam," jelas Nopi.
Menurut Nopi, lokasi kejadian tersebar di beberapa titik, mulai dari Jalan Pulau Samosir, Jalan Pulau Komodo hingga Jalan Pulau Obi.
"Data sementara dari puskesmas, ada 17 warga yang digigit. Sebanyak 16 orang ditangani di Puskesmas Buleleng III, dan satu orang ke rumah sakit untuk mendapatkan VAR. Semua sudah tertangani," imbuh Nopi.
Berdasarkan keterangan warga, anjing yang menyerang diduga berjenis campuran dengan ciri tubuh kecil, tidak terlalu pendek maupun tinggi, berwarna krem, dan memiliki ekor pendek. "Belum bisa kami pastikan apakah anjing liar atau anjing warga yang terlepas," jelas Nopi.
Kelurahan Banyuning bersama kepala lingkungan (kaling), Bhabinkamtibmas, dan Babinsa telah melakukan penelusuran sejak pagi, tetapi belum berhasil menemukan anjing tersebut. Penelusuran dilakukan dari Jalan Pulau Komodo sampai ke Pulau Obi. "Rencananya sore hingga malam ini kami lanjutkan pencarian bersama masyarakat," terang Nopi.
(dpw/dpw)










































