Mahasiswa Universitas Udayana (Unud) mendesak Pemprov Bali menjadikan persoalan sampah sebagai prioritas utama. Desakan itu disampaikan dalam aksi demonstrasi di Gedung DPRD Bali, Rabu (22/4/2026).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menilai pemerintah masih menjalankan berbagai program lain sebelum menuntaskan persoalan mendasar di daerah.
Ketua BEM Unud I Gusti Ngurah Oka Paramahamsa mengatakan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar yang seharusnya didahulukan penanganannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan pemerintah seharusnya lebih fokus pada persoalan paling mendesak. Menurutnya, program dari pemerintah pusat juga perlu disesuaikan dengan kondisi di daerah.
"Untuk anggaran dan segala hal yang menyangkut penyelesaian masalah di provinsi, fokuskan dulu pada urgensi di daerah. Jangan sampai program-program pemerintah pusat tidak selaras dengan permasalahan yang ada di provinsi," ujar Oka.
"Kalau sampah sendiri belum kita selesaikan secara mandiri, artinya itu masih jadi pekerjaan rumah besar," katanya.
Selain mendesak penyelesaian persoalan sampah, Oka juga menyinggung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) yang dinilai perlu dievaluasi. Ia menyebut adanya sejumlah kasus keracunan yang terjadi di beberapa daerah, termasuk Bali.
"Di Bali ada beberapa kejadian, di Denpasar, Badung, dan beberapa sekolah lain yang mengalami keracunan. Memang masih kecil, tapi tetap itu menjadi tanggung jawab bersama," jelasnya.
Menurut Oka, diperlukan penyesuaian antara kebijakan pusat dan kebutuhan daerah agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran.
Ia menegaskan pemerintah perlu menuntaskan persoalan sampah sebelum beralih ke sektor lain, seperti pariwisata atau ekonomi.
"Kita selesaikan dulu masalah sampah, baru kemudian kita perlahan membicarakan pendidikan, ekonomi, pariwisata, dan lainnya," ujarnya.
(dpw/dpw)










































