detikBali

Kendaraan Besar Dilarang Melintas di Peken Belayu-Kukuh Marga Tabanan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kendaraan Besar Dilarang Melintas di Peken Belayu-Kukuh Marga Tabanan


I Dewa Made Krisna Pradipta - detikBali

Situasi lalu lintas di jalan perbatasan Desa Peken Belayu-Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, setelah longsor di bagian sisi utara jalan. (Foto: Dok. Istimewa)
Situasi lalu lintas di jalan perbatasan Desa Peken Belayu-Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, setelah longsor di bagian sisi utara jalan. (Foto: Dok. Istimewa)
Tabanan -

Kendaraan besar dengan tonase berat dilarang melintas di Jalan Peken Belayu-Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Bali. Larangan ini diterapkan untuk mencegah kerusakan semakin parah imbas longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.

Plang larangan telah dipasang agar truk-truk besar memutar arah mencari jalur alternatif demi keselamatan pengguna jalan. Pembatasan kendaraan berat dilakukan karena material tanah kembali runtuh setiap kali dilintasi kendaraan besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tidak ingin kondisi bertambah parah hingga memicu kecelakaan atau bahkan jalan putus total," ujar Perbekel Desa Peken Belayu, Ida Bagus Nyoman Parwata, Selasa (21/4/2026).

Selain rambu larangan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bali juga memasang pembatas berupa tali dan side bag di sisi utara jalan. Hal ini dilakukan untuk menahan rembesan air sekaligus mengatur kendaraan roda empat agar bergantian melintas.

ADVERTISEMENT

Untuk sementara, kendaraan dari arah Badung menuju Kota Tabanan dialihkan dengan menempuh jalur memutar ke utara melewati Kecamatan Marga. Setelah itu, kendaraan dapat melintasi Taman Margarana dan belok kiri menuju Desa Buahan.

Terkait perbaikan, Parwata menyebut Dinas PU Provinsi Bali sudah beberapa kali melakukan pengecekan. Namun, dia berujar, hingga kini belum ada kepastian waktu pelaksanaan perbaikan.

"Kami harap bisa secepatnya agar akses tidak sampai terputus," harapnya.

Sebelumnya, longsor terjadi ketika tebing di sisi utara jalan ambrol ke aliran Sungai Yeh Ge pada Rabu (15/4). Dampak longsor juga dirasakan warga sekitar terutama, pengempon Pura Agung dan Pura Anyar yang berada di bawah lokasi.

Warga setempat khawatir terdampak material longsor dan luapan Sungai Yeh Ge. Bahkan, sejumlah usaha pelinggih di barat jalan itu memutuskan pindah sementara karena tanah di lokasi sudah labil.




(iws/iws)










Hide Ads