TPS3R Sadu Kencana di Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, Bali, memilih fokus pada edukasi pemilahan sampah dari sumber ketimbang mengejar keuntungan.
Pendamping sekaligus Humas TPS3R Sadu Kencana, Gracia Andriana, mengatakan konsep tersebut sudah dijalankan sejak TPS3R ini dibangun pada 2023.
"Kami ini layanan kuasi publik. Fokus kami bagaimana edukasi masyarakat memilah sampah dari sumber, bukan mengejar margin keuntungan," ujar Gracia Andriana saat ditemui di lokasi, Senin (13/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TPS3R ini melayani sekitar 530 pelanggan atau setara 600 kepala keluarga (KK). Namun, jumlah itu belum mencakup seluruh KK di Desa Dauh Peken yang mencapai sekitar 4 ribu KK.
Dalam operasionalnya, TPS3R Sadu Kencana mengangkut tiga jenis sampah yang sudah dipilah pelanggan, yakni organik, anorganik, dan residu. Setiap hari, rata-rata dua bak mobil pikap sampah masuk ke lokasi untuk dipilah lebih rinci sebelum disalurkan ke pihak ketiga agar tidak terjadi penumpukan.
"Sampai di TPS sampah lagi dipilah, dicuci dibersihkan supaya tidak menimbulkan bau. Ada 24 jenis sampah yang kami terima di sini," bebernya.
Konsep yang mengedepankan edukasi membuat TPS3R Sadu Kencana dilirik relawan dari berbagai negara seperti Inggris, Spanyol, Jerman, hingga Kanada.
Andriana menyebut relawan luar negeri yang mayoritas berusia muda itu terlibat langsung dalam proses pemilahan sampah. Kehadiran mereka dinilai memberi energi positif sekaligus memperkuat gerakan edukasi.
"Mereka datang, belajar, saling bertukar pengalaman bahkan membawa sampah untuk dipilah. Ini sangat membantu kampanye kami," imbuh wanita asal Yogyakarta ini.
Dengan enam tenaga operasional dan dukungan relawan, TPS3R Sadu Kencana terus memperkuat perannya sebagai pusat edukasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
"Kami senang sekarang tidak berjalan sendiri. Edukasi ini akan efektif kalau dilakukan bersama," pungkasnya.