Warga di sejumlah wilayah Kecamatan Marga, Tabanan, belakangan dibuat resah dengan kemunculan drone yang terbang saat malam hingga dini hari. Menurut saksi mata, drone disebut beberapa kali terlihat mengitari kawasan permukiman dan peternakan hingga sekitar pukul 01.00 Wita.
Warga yang memelihara ternak babi, hingga ayam petarung skala rumahan khawatir keberadaan drone berkaitan dengan aksi pencurian. Beberapa tahun terakhir, pencurian ternak kerap terjadi di sejumlah wilayah di Kecamatan Marga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu warga di Marga mengungkapkan kemunculan drone sempat dilihat warga sejak Senin (3/8) di wilayah banjar Pinge, Desa Baru. Bahkan warga mengaku waswas dan memilih berjaga pada malam hari karena khawatir terjadi pencurian ternak.
"Beberapa warga, khususnya yang memiliki ternak babi dan ayam, tentu waswas mereka sampai begadang. Apalagi ayam petarung di wilayah ini sudah sering hilang," ujar pemilik ternak yang enggan namanya disebutkan, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, drone misterius sering terlihat di wilayah Banjar Pinge, Banjar Baru, Banjar Susut, di desa Baru. Bahkan salah seorang warga mengaku sempat melihat drone berkeliling pada siang hari ketika berada di sawah.
Menurut warga, aksi kehilangan ternak rumahan khususnya ayam jenis petarung bukan persoalan baru di Marga. Sebelumnya pernah terjadi aksi pencurian dengan ayam yang hilang rata-rata mencapai lima hingga 10 ekor dalam waktu bersamaan.
"Kejadian itu sekitar dua hingga tiga bulan lalu. Sekarang muncul drone jadi tambah curiga dan khawatir. Kalau drone untuk kegiatan resmi, biasanya ada pemberitahuan kepada desa melalui aparat desa. Ini tidak ada pemberitahuan, sehingga warga menduga drone tersebut liar," bebernya.
Sementara, Camat Marga, Gede Putu Adhi Putra Adiksa yang dikonfirmasi mengatakan dirinya juga mendengar informasi tersebut dari warganya. Pada Senin malam di wilayah Banjar Baru ada drone terbang sekitar pukul 23.00 hingga 00.00 Wita. Kemudian, keesokan harinya juga terlihat di Banjar Pinge.
"Benar, informasinya seperti itu, dan warga juga waspada. Apalagi banyak yang suka ternak ayam petarung dengan skala rumahan. Tidak besar, hanya dua sampai empat ekor," ujar Adiksa.
Atas kejadian ini, pihaknya segera berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengurangi keresahan warga.
Sementara itu Kapolsek Marga AKP I Nyoman Sudarma mengatakan sampai saat ini belum ada laporan dari masyarakat terkait kemunculan drone yang diduga liar tersebut. Meski demikian, pihaknya sudah memerintahkan anggota untuk turun melakukan penyelidikan ke lapangan.
"Belum ada laporan ke kami soal drone itu. Tapi terkait unggahan di media sosial, anggota kami sudah melakukan penyelidikan dan informasi lebih lanjut nanti akan kami sampaikan," tutup Sudarma.