detikBali

Prabowo Segera Terbang ke Rusia dan Bertemu Putin, Bahas Apa?

Terpopuler Koleksi Pilihan

Prabowo Segera Terbang ke Rusia dan Bertemu Putin, Bahas Apa?


Rumondang Naibaho - detikBali

Presiden Prabowo Subianto berdiri di tanggal pesawat untuk berangkat ke Amerika Serikat dari Bandara Internasional Capital, Beijing, China pada Minggu (10/11/2024) (ANTARA/Desca Lidya Natalia)
Presiden Prabowo Subianto. (ANTARA/Desca Lidya Natalia)
Denpasar -

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan terbang ke Rusia besok. Prabowo bakal menemui Presiden Rusia Vladimir Putin. Lantas, apa yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut?

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengungkapkan pertemuan kedua pemimpin negara itu akan membahas sejumlah isu strategis. Terutama terkait dinamika geopolitik global dan sektor energi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berangkatnya minggu ini, dalam minggu ini," kata Sugiono di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (11/4/2025), dikutip dari detikNews.

"Beliau akan bertemu dengan Presiden Putin dan juga akan membahas mengenai geopolitik dunia dan juga yang pasti membahas tentang situasi energi," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Sugiono mengatakan salah satu topik yang akan dibahas adalah terkait isu energi, termasuk minyak. Menurutnya, hal tersebut memiliki nilai strategis bagi kepentingan nasional Indonesia.

"Salah satu yang akan beliau bicarakan juga itu (soal minyak), karena ini merupakan sesuatu yang sifatnya sangat strategis ya bagi bangsa Indonesia," pungkas Sugiono.

Diketahui, dua kapal tanker Indonesia belum bisa mendapat izin melintasi Selat Hormuz lantaran ditutup Iran. Dua kapal itu merupakan milik anak usaha Pertamina, PT Pertamina International Shipping (PIS), yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya mengungkapkan pemerintah masih terus melakukan komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait di Iran secara intens. "Kita lagi sedang berkomunikasi terus ya," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/4).

Bahlil juga sempat mengatakan ada titik cerah di tengah gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran selama dua minggu. Dia berharap dua kapal Pertamina dapat melintasi Selan Hormuz dalam dua pekan ke depan.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!




(iws/iws)










Hide Ads