Memasuki pancaroba, sebanyak 12.090 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) ditemukan di Denpasar sepanjang Januari hingga Februari 2026. Belasan ribu kasus ini sesuai data Dinas Kesehatan (Dinkes) Denpasar.
Kasus ISPA didominasi kelompok umur dewasa (19-59 tahun) sebanyak 5.318 kasus. Temuan ISPA paling banyak berada di wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Selatan I (2.991 kasus) dan Puskesmas III Denpasar Utara (1.748 kasus).
"Selain ISPA, juga ada DBD (demam berdarah dengue) dan diare juga perlu diwaspadai selama musim pancaroba ini," tutur Kadinkes Denpasar, Anak Agung Ayu Agung Candrawati, ketika diwawancarai detikBali, Selasa (7/4/2028).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tercatat sebanyak 1.799 suspek kasus diare hingga Februari 2026. Penyakit pencernaan ini paling banyak ditemukan pada usia di atas 5 tahun (1.390 kasus). Sementara hingga April 2026, terdapat 88 suspek DBD, didominasi usia 15-44 tahun (43 kasus).
"Meski begitu, kasus yang meningkat hanya ISPA. Bahkan, kasus DBD di tahun 2026 alami penurunan, lebih rendah dari tahun sebelumnya di bulan yang sama," ungkap Candrawati.
Candrawati menerangkan perubahan iklim dan kondisi sanitasi lingkungan akibat musim pancaroba, mulai dari kelembapan hingga polusi udara, mempermudah seseorang terjangkit penyakit.
"Genangan air itu kan bisa buat habitat ideal nyamuk Aedes aegypti. Tetapi, selain sanitasi buruk, individu yang pernah terkena virus dengue memiliki risiko terpapar DBD lebih besar," jelas Candrawati.
"Sedangkan, diare itu nggak cuma dari bakteri E. Coli, Salmonella, lain-lainnya, tetapi juga bisa dari virus, kayak Rotavirus dan Norovirus. Dari parasit pun bisa, contohnya Giardia lamblia atau Entamoeba histolytica," tambah Candrawati.
Candrawati menyarankan agar warga menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna mencegah terinfeksi penyakit. Caranya, yakni dengan menjaga kebersihan lingkungan, penggunaan masker atau alat pelindung diri (APD) lain, hidrasi cukup, makan gizi seimbang hingga berolahraga.
"Kami sedang tingkatkan surveilans, edukasi PHBS juga, pencegahan vektor penyakit seperti pemberantasan sarang nyamuk (PSN), sampai juga peningkatan pelayanan faskes terutama di puskesmas," terang Candrawati.
(dpw/dpw)










































