Serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel menghantam area dekat pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Bushehr di Iran selatan hari ini. Satu orang dilaporkan tewas dalam serangan itu.
"Menyusul serangan kriminal AS-Zionis, Sabtu pagi ini, sekitar pukul 08.30, sebuah proyektil menghantam area dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr di barat daya," demikian dilaporkan kantor berita resmi Iran, IRNA, seperti dikutip detikNews, Sabtu (4/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan tersebut mengatakan salah satu penjaga gedung tewas dalam insiden itu. Meski begitu, tidak ada kerusakan pada fasilitas pembangkit listrik tersebut.
Diketahui, perang antara AS-Israel dengan Iran masih terus berlanjut. Seorang juru bicara komando operasional pusat militer Iran mengatakan sebuah jet tempur Amerika di wilayah udara Iran telah dihancurkan oleh sistem pertahanan udara canggih Angkatan Udara Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
"Pesawat jet itu hancur total, dan pencarian lebih lanjut masih berlangsung," ujarnya, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (4/4).
Teheran juga mengatakan telah menembak jatuh pesawat tempur F-15 milik AS tersebut. Sementara media AS melaporkan pasukan khusus Amerika telah menyelamatkan salah satu dari dua awaknya, dengan satu awak lainnya masih hilang.
Kepada media NBC, Trump mengatakan bahwa jatuhnya F-15 tidak akan mempengaruhi negosiasi dengan Iran. "Tidak, sama sekali tidak. Tidak, ini perang."
Militer Iran juga mengatakan telah menembak jatuh pesawat militer A-10 milik AS di Teluk. Adapun, media AS mengatakan pilotnya telah diselamatkan.
Di sisi lain, militer AS telah mengumumkan hilangnya beberapa pesawat selama operasi di Iran. Termasuk satu pesawat tanker yang jatuh di Irak dan tiga pesawat tempur F-15 yang ditembak jatuh secara tak sengaja oleh sistem pertahanan udara sekutunya, Kuwait.
Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!
(iws/iws)










































