Selamat bagi kamu yang baru saja menerima pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Dinyatakan lolos di program studi (prodi) dan universitas tujuan memang momen yang amat membahagiakan. Jangan lupa untuk melakukan daftar ulang agar statusmu resmi menjadi mahasiswa baru.
Selama menunggu masa perkuliahan pada Agustus atau September, ada baiknya kamu mulai mempersiapkan diri. Dunia perkuliahan sedikit berbeda dengan masa sekolah menengah. Kamu akan dituntut dengan beban akademik dan tanggung jawab terhadap diri sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa saja yang perlu dimiliki oleh calon mahasiswa baru (camaba)? Yuk, siapkan mulai sekarang!
Menguatkan Keterampilan Akademik
Menjadi mahasiswa artinya kamu memasuki dunia akademik yang lebih kompleks dibanding ketika bersekolah dahulu. Materi yang diajarkan selama di perkuliahan akan jauh lebih padat dan beragam. Jika saat sekolah kamu cukup dengan buku paket mata pelajaran dan LKS saja, di perkuliahan kamu akan belajar dengan materi yang tersebar di berbagai bacaan. Penting untuk belajar dan meningkatkan keterampilan akademik.
1. Kemampuan Membaca Skimming & Scanning
Mata kuliah yang diambil tiap semester akan membuatmu membaca banyak tulisan. Bahkan satu mata kuliah bisa memiliki belasan hingga puluhan sumber bacaan. Sementara waktu yang dimiliki mungkin tidak banyak jika harus membaca semua tulisan.
Ada metode membaca skimming & scanning. Membaca dengan skimming berarti mencari gagasan pokok dalam tulisan tersebut, sedangkan scanning membaca secara cepat tulisan tersebut. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan intisari tulisan yang menghemat waktu.
Tips membaca dengan metode ini adalah membaca pembuka atau latar belakang dan langsung lanjut ke bagian kesimpulan atau penutup. Jika tulisan tersebut relevan maka kamu bisa membaca bagian isi atau pembahasan dengan seksama.
2. Mencari Sumber atau Referensi
Sebagai intelektual muda, kamu harus bisa menyaring bacaan. Tidak semua bacaan kredibel untuk dijadikan sumber maupun referensi. Jenis-jenis bacaan ada yang berupa artikel ilmiah, artikel opini, berita, hingga buku.
Artikel ilmiah diterbitkan oleh jurnal atau majalah yang ditulis oleh seseorang dan sudah dikurasi oleh editor. Untuk mencari artikel ilmiah, kamu bisa menggunakan platform seperti Google Scholar. Sumber atau referensi yang kamu baca bisa digunakan sebagai kutipan dalam tulisan akademik.
3. Menulis Secara Akademik
Penulisan akademik adalah salah satu keterampilan penting di kuliah. Bahkan ada mata kuliah khusus yang mengajarkan ini. Penulisan akademik memiliki panduan dan aturan ketat yang menunjukan latar belakang, metode, pembahasan, dan kesimpulan.
Tulisan akademik menunjukan bagaimana alur berpikir dari penulis tersebut. Sebagian besar tugas di perkuliahan akan menggunakan penulisan akademik. Dalam penulisan akademik, kamu akan mengutip referensi yang telah kamu baca. Pelajari jenis-jenis kutipan seperti APA, MLA, Chicago, dan sebagainya.
Berhatilah-hatilah dalam mengutip sumber atau referensi. Selain kredibilitas sumber, kamu juga harus memperhatikan cara mengutip referensi tersebut agar tidak terjebak dalam plagiarisme.
Melatih Kemampuan Interpersonal
Kemampuan akademik memang penting, tetapi kemampuan mengelola diri sendiri atau soft skill juga penting. Kemampuan ini akan menunjang kegiatan sehari-hari di perkuliahan.
1. Keterampilan Public Speaking
Berbicara di depan banyak orang ternyata tidak mudah. Bahkan bagi mereka yang berpengalaman, selalu ada rasa gugup atau grogi sebelum berbicara. Belajar public speaking artinya berinvestasi untuk perkuliahan karena kamu akan menghadapi berbagai diskusi di ruang kelas. Jika di sekolah belajar hanya dengan 30-an teman sekelas, maka di perkuliahan kamu bisa belajar dengan ratusan orang di dalam kelas.
Tipsnya adalah mulai memberanikan diri untuk menyampaikan pendapat atau sekadar bertanya. Anggap setiap diskusi, kesempatan bertanya dan menjawab, serta presentasi di depan kelas adalah ajang untuk melatih diri. Ada banyak manfaat jika kamu pandai public speaking.
2. Mengelola Emosi dan Perilaku Impulsif
Menjadi mahasiswa artinya kamu sedang dalam fase menuju kedewasaan. Kamu perlu belajar mengelola emosi agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Begitu juga dengan perilaku impulsif. Perilaku ini mendorong kamu melakukan tindakan tanpa berpikir panjang terhadap dampak dan konsekuensi ke depan.
3. Kegiatan Minat dan Bakat
Selama menunggu, kamu bisa memanfaatkan momen ini untuk menyalurkan hobi atau minatmu. Kegiatan komunitas dan sukarelawan biasanya banyak dipilih untuk menghabiskan waktu, belajar hal baru, dan berkenalan dengan kawan dari tempat baru. Kamu juga bisa mengambil part-time untuk menambah uang saku persiapan masuk kuliah.
(hsa/hsa)










































